Negeri Ini Kaya

NEGERI ini subur. Apa saja ditanam tumbuh dan menghasilkan. Persyaratannya mudah. Hanya butuh ketekunan bekerja dan berusaha. Namun kenyataannyakemiskinan dan beragam penderitaan masih saja mendera banyak rakyat di negeri ini.

Supaya jangan berlarut derita dan sengsara menyelimuti diantara kita, pantas didalami usaha mandiri yang dilakukan anak muda Karang Taruna Baringin dan wanita tangguh Watniatiseperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Senin (5/10) pada halaman 3.

Watniati si wanita tangguh berhasil beternak ikan nila di kampungnya, Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Sementara anak muda Karang Taruna Baringin Lubuk Kilangan sukses mengembangkan budidaya jahe.

Watniati beternak ikan nila dengan bibitbantuan Dompet Dhuafa sebanyak 10 ribu untuk dua kolam. Penghasilan beternak ikan nila itu mampu menspport pendidikan anaknyayang sekolah di tsanawiyah negeri dan satu lagi masih di Sekolah Dasar (SD). Bersama Watniati terdapat 10 warga yang sama-sama beternak nila dengannya.

Sedangkan Karang Taruna Baringin Lubuk Kilangan sukses mengembangkan jahe melalui unit Usaha Ekonomi Produktifnya (UEP). Karang Taruna adalah salah satu wadah generasi muda kreatif sekaligus calon pemimpin masa depan negeri ini. Bahkan, Karang Taruna yang keberadaannya sudah lama berkiprahdi tengah masyarakat telah banyak menghasilkan tokoh-tokoh mewanrai sejarah panjang perjalanan bangsa yang besar ini.

Jika kreativitas Karang Taruna ini selalu dapat sokongan maksimal dari banyak pihak, niscaya beragam problema keremajaan di negeri ini bisa dieliminasi. Nyatanya, problema negatif anak muda yang berperilaku menyimpang masih saja memusingkan. Seperti pergaulan bebas, narkoba, dan lainnya.Sungguh merisaukan. Bahkan adakalanya orangtua mengibarkan bendera putih dalam mengatasi ulah anaknya yang begajul.

Munculnya perangai jahat anak muda tak bisa dilepaskan dari kelonggaran pembinaan di lingkungan keluarga. Bisa jadi anak terlalu dimanjakan. Jadilah dia tidak kreatif. Disinilah perlunya anak muda diarahkan bergabung dengan organisasi kreatif seperti Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lainnya yang diakui pemerintah.

Begitu juga wanita kreatif yang mengerti dengan peluang usaha seperti di Lambung Bukit Pauh tersebut pantas jadi perhatian terus-menerus untuk didukung dengan program silih berganti sebagai bukti perhatian lembaga donor ataupun lembaga pemerintahan.

Hanya dengan keseriusan maksimalsemua problema negeri ini bisa diatasi. Sebaliknya, kalau tongkat pula yang ‘membawa rebah’ tentu kesengsaraanlah yang selalu mendera. Memprihatinkankalau begitu. *

Next Post

Koni Bukittinggi Berkomitmen Gerakkan Seluruh Cabor yang Ada

Sel Okt 6 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bukittinggi, berkomitmen menggerakkan seluruh cabang olahraga yang ada. Untuk mendapatkan rumusannya, dilaksanakan rapat koordinasi pengurus harian bersama koordinator bidang di kantor Koni, Senin (5/10). Ketua Koni Bukittinggi, Dhipa Arkendi menjelaskan, saat ini dilaksanakan rapat pengurus harian Koni bersama koordinator bidang sebagai perwakilan […]