19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kejari Pariaman ‘Garap’ Tiga Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

PARIAMAN, KP – Kejaksaan Negeri Pariaman sedang mendalami tiga laporan kasus dugaan korupsi dana desa. Ketiga kasus itu adalah dugaan korupsi pembangunan Kantor Desa Manggung tahun 2017/2018 di Kecamatan Pariaman Utara yang saat ini dalam proses penyelidikan, dugaan korupsi penyertaan modal ke Bumdes Lumbung Mas Desa Manggung tahun 2019 yang sudah masuk tahap penyidikan, dan dugaan korupsi salah seorang walinagari tahun anggaran 2017 sebesar Rp146 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Azman Tanjungmengatakan dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi tiga laporan dana desa tersebut sedang didalami. Pihaknya juga sudah mengumpulkan  bahan-bahan dan keterangan yang diperlukan.

“Dari ketiga kasus itu dua diantaranya sudah naik ketingkat penyelidikan untuk mengetahui peristiwa apa sebenarnya yang terjadi dan siapa bertanggung jawab. Sedangkan satu kasus sudah naik ketingkat penyidikan,” ujarnya.

Untuk penetapan tersangka pihaknya masuk melakukan kajian karena Surat Perintah Dilakukannya Penyidikan (SPDP) baru beberapa hari ini dikeluarkan.

Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan pihak pemerintahan desa/nagari untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa agar tidak terjerat kasus hukum. Dicontohkannya, jika Bumdes, harus dipastikan apakah berkompetensi untuk melakukan kegiatan dan mengelola keuangan.

“Kalau sebuah kegiatan dilakukan pemerintahan desa, maka harus lengkap semuanya mulai dari RAB, RAK, RPJP, hingga RPJM Des yang sudah disepakati bersama dalam musdes,” ulasnya.

Ia menyebut, terkadang ada kepala desa yang melaksanakan pembangunan semata untuk kepentingannya. Seperti pembangunan jalan di kawasantempat tinggalnya.

Ia menyarankan pihak desa melakukan koordinasi dengan DPMD dan inspektorat jika akan melakukan pengerjaan kegiatan pembangunan dan jika butuh pendampingan pihak kejaksaan juga siap melayani.

Di sisi lain, Kajari Azman Tanjung juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan salah satu SMA negeri di kawasan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman. (war)