21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Agam Miliki Potensi Wisata Terlengkap Untuk Dikembangkan

LUBUKBASUNG, KP – Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Agam. Hal itu dirasakan Zola Pandu selaku Owner Objek Wisata Puncak Lawang di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. “Sejak Pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 60 persen,” ujar Zola Pandu.

Zola Pandu menjelaskan, sebelum pandemi pengunjung setiap harinya sebanyak 300-400 orang. Bahkan saat akhir pekan mencapai 1.000 orang lebih. Tapi sejak pandemi, jumlah kunjungan hanya sebanyak 60 orang dan di akhir pekan hanya 400an orang saja. Meskipun demikian, pihaknya tetap berusaha dan berupaya agar dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pengembangan dan berencana akan menjadikan Puncak Lawang menjadi destinasi wisata utama dan kawasan hotel resort terbesar dan terlengkap di Sumatra Barat. “Tidak dipungkiri, saat ini nilai jual yang terbesar di Puncak Lawang adalah topografinya, yaitu keindahan alam. Oleh sebab itu, kami berupaya mengangkat dan menjual aspek lainnya dengan memaksimalkan potensi yang ada,” jelasnya.

Dari pandangannya, Kabupaten Agam memiliki potensi wisata terlengkap, mulai dari laut, sungai, danau, ngarai, dan pegunungan. Di dunia, jarang sekali dijumpai daerah yang memiliki kekayaan alam seperti itu. Di Agam semua kekayaan alam itu bisa dilihat dari satu titik, yaitu di Puncak Lawang. “Dari Puncak Lawang kita bisa melihat laut, jajaran Bukit Barisan, kawasan perkotaan dan pedesaan serta melihat 5 gunung, yaitu Gunung Talamau, Sago, Merapi, Singgalang dan Tandikek. Serta melihat secara keseluruhan Danau Maninjau yang merupakan salah satu danau terindah di Indonesia,” jelasnya.

Di Kabupaten Agam lanjutnya, selain topografi, juga memiliki aspek pendukung pariwisata lainnya, seperti iklim, kuliner, kultur dan budaya masyarakat. Ke depan, pihaknya akan lebih mengembangkan semua aspek pendukung pariwisata lainnya itu, sehingga wisatawan mendapatkan paket wisata lengkap. Hanya saja tinggal bagaimana pengelolaannya. Baik dari pemerintah, masyarakat, maupun pihak terkait, harus bekerjasama untuk mewujudkan suatu wilayah tersebut menjadi kawasan wisata.

Selain itu, untuk menambah daya tarik wisatawan, pihaknya juga akan menambahkan sentuhan seni tradisional, dengan menampilkan beberapa atraksi, seperti silek, randai, saluang, dan atraksi lainnya. Serta menyediakan beragam wahana permainan yang bisa dinikmati segala usia. “Hal ini akan menjadi nilai tambah, sehingga wisatawan bisa menikmati alam sambil menyaksikan beberapa atraksi dan bermain wahana yang disediakan,” tambahnya.

Agar nantinya para wisatawan tidak hanya sekedar menikmati objek wisata tersebut, Zola Pandu berencana akan menyediakan sebuah lokasi sebagai tempat pusat oleh-oleh atau suvenir yang bisa dibawa pulang wisatawan sebagai cenderamata. Souvenir yang cocok untuk dibawa pulang oleh wisatawan yaitu selain kerajinan tangan dari masyarakat, akan lebih menarik jika souvenirnya adalah tanaman hias.

Karena menurutnya, lingkungan dan iklim di wilayah itu cocok dengan habitat tanaman hias. Ia berharap agar pemerintah menjadikan Kecamatan Matur menjadi kawasan tanaman hias, sehingga seluruh masyarakat menanam berbagai tanaman hias agar menarik wisatawan untuk membelinya sebagai cenderamata. “Jika semua ini berjalan dengan baik, maka bukan hanya dapat meningkatkan jumlah wisatawan, tapi juga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat di wilayah pariwisata ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam, Syatria mengatakan, ide dari pengelola Puncak Lawang untuk menambah daya tarik pengunjung sangat menarik. Menurutnya itu akan menjadi sebuah PR dan target besar bagi semua pihak. “Karena pengembangan pariwisata itu bukan dari satu aspek saja, melainkan semua aspek akan ikut terlibat, baik pemerintah daerah, pengusaha, kalangan perguruan tinggi dan masyarakat dengan komunitasnya, serta media,” jelasnya.

Lebih lanjut Syatria mengatakan, itu akan menjadi harapan terbesar bersama untuk mewujudkannya. Beberapa tahapan telah dilakukan untuk memperkuat SDM yang ada. Sedangkan dalam membenahi sektor pariwisata, Pemkab Agam telah melakukan langkah kongkrit. Seperti melaksanakan pelatihan pemandu wisata, pelatihan pengelolaan destinasi wisata, pelatihan pengelolaan homestay atau penginapan bagi wisatawan, serta pelatihan penggiat wisata kuliner. “Yang jelas kita jangan sampai kalah dengan situasi yang terjadi saat sekarang ini dan menjadikan protokol kesehatan hal utama dalam pengembangan destinasi wisata,” tambahnya.

Poin penting lainnya kata dia, adalah dengan terus meningkatkan SDM, melakukan promosi secara intens di media sosial sehingga menciptakan kepercayaan para wisatawan untuk datang berkunjung. Para penggiat wisata harus bisa mencermati segmen pariwisata yang sekarang diminati masyarakat, sehingga pengunjung merasa dimanjakan, betah serta nyaman menghabiskan waktu berlama-lama di tempat tersebut dan tanpa disadari akan meningkatkan income objek wisata tersebut. (rzk)