Bersama Tim Provinsi, Bupati Gusmal Sosialisasikan Perda AKB

admin

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal, Rabu (7/10), turun langsung ke lapangan untuk mensosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dalam Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Solok.Tampak hadir bersama Bupati Solok dalam mensosialisasikan Perda AKB tersebut, yakni Wakil Rektor III Unand Ketua tim Sosialisasi wilayah III, Insannul Kamil dan rombongan, Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho Dandim 0309 atau yang mewakili, Kajari Solok dan SKPD terkait.

Dalam Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 oleh Tim dari Sumatra Barat yang disampaikan Ketua Tim Wilayah III, Insannul Kamil mengharapkan agar sosialisasi tersebut bermanfaat bagi masyarakat kabupaten Solok. “Pandemi dalam skala seperti ini harus kita kendalikan dalam bentuk sebuah Perda yang bertujuan melindungi masyarakat dari Covid-19, faktor resiko kesehatan masayarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat dan melindungi masyarakat dari dampak Covid-19,” sebutnya.

Selain itu jelasnya, sosialisasi tersebut juga bertujuan mewujudkan kesadaran bersama dalam rangka mencegah dan mengendalikan penularan Covid-19 di daerah dengan melibatkan peran aktif masayarakat. Kemudian untuk memberikan kepastian hukum pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid- 19 bagi aparatur pemerintah daerah kab/kota dan penanggung jawab kegiatan/usaha serta masyarakat.

Menurutnya, kecendrungan masyarakat tidak mematuhi protokol kesahatan, berdasarkan pengalaman penerapan PSBB tidak cukup keluar dari pandemi yang dihadapi bersama. Maka Perda itu dikeluarkan untuk lebih disiplin dan diberikan sanksi serta tindak pidana yang telah diatur Perda tersebut. Adapun sanksi administrasi pelanggaran bagi perorangan, yakni teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial membersihkan fasilitas umum, denda administrasi sebesar Rp 100.000, daya paksa polisional dan sanksi pidana.

Bunyinya di mana setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 huruf d angka 2 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 hari atau denda paling banyak Rp 250.000. Kemudian tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 hanya dapat dikarenakan apabila saksi administrasi yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah pelanggaran.

Sedangkan sanksi administrasi pelanggaran bagi penanggung jawab kegiatan/usaha adalah berupa teguran lisan, teguran tertulis, pembubaran kegiatan, penghentian sementara kegiatan, pembekuan sementara izin, pencabutan izin dan denda administrasi Rp 500.000.

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal menyebutkan, Kabupaten Solok sangat luas dengan 14 kecamatan dan 413 jorong, sehingga pengendalian Covid-19 memang agak substansi. Hingga saat ini, sudah di Kabupaten Solok sudah terkonfirmasi Positif Covid-19 sebanyak 154 orang. Lima di antaranya sudah meninggal 3 orang, meninggal di masa PSBB, 2 orang baru-baru ini. Kemudian yang masih dirawat ada sekitar 8 orang di berbagai rumah sakit, seperti Rumah Sakit Muhammad Nasir, RSUD Arosuka. Kemudian ada juga yang dikarantina mandiri. Begitu kondisi di kabupaten Solok sekarang. Di masa PSBB hanya 8 orang yang positif, tetapi memasuki masa new normal hingga sekarang sudah terkonfirmasi Positif 154 orang. 

“Masyarakat belum begitu paham dengan new normal, meskipun Pemkab Solok sudah nyinyir menyampaikan atau mensosialisakian protokol kesehatan, tetapi hanya sekedar didengar saja dan tidak diterapkan. Kesimpulan sementara masyarakat kita masih bandel, tidak disiplin, tidak patuh dan tidak mau mendengar ajakan pemerintah,” terangnya.

Ditambahkannya, setiap hari petugas diperintahkan ke lapangan untuk mensosialisakan protokol kesehatan. Kuncinya memang benar, masyarakat baru bisa menerima ketika ada sanksinya. Sekarang sanksinya sudah ada dari Provinsi Sumatra Barat, yakni Perda nomor 06 tahun 2020 tentang AKB. Di samping itu, usai disosialisasikan 7 hari Perda tersebut sudah bisa dilaksanakan. Sebelumnya Pemkab Solok sudah memasyarakatkan Perda tersebut meskipun belum mempunyai nomor sejalan dengan Perbup nomor 44 tahun 2020. 

“Setelah nanti disosalisakan, Perda Provinsi Sumatra Barat nomor 6 tahun 2020 akan tindak lanjuti sesuai atuaran. Mudah-mudahan dengan adanya Perda ini masyarakat kita bisa patuh dan disiplin. Ini harapan kami dengan Kapolres Solok dan Dandim 0309,” sebutnya.

Selain itu sosialisasi tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi ke jalan dengan memakaikan masker kepada pengguna jalan umum yang tidak memakai masker. (wan)

Next Post

Pandemi, Faterna Unand Bakal Peringati Dies Natalis ke-57 Secara Daring

PADANG,KP – Peringatan Dies Natalis atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Fakultas Peternakan (Faterna) Unand pada 9 Oktober mendatang berbeda dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari kondisi Kota Padang yang dilanda pandemi corona. Pada tahun ini peringatan HUT lebih banyak dengan seminar. “Tahun sebelum-sebelumnya kita bisa mengundang banyak […]