28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Perda AKB Lahir Untuk Melindungi Masyarakat

BUKITTINGGI, KP – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bukittinggi H. Supadria, memimpin apel pagi sekaligus melakukan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Apel tersebut ditujukan kepada petugas keamanan di objek wisata TMSBK dan Taman Panorama Lubang Jepang di objek wisata Benteng Fort de Kock, Selasa (6/10).

Dalam apel gabungan rutin bulanan yang diikuti 35 orang petugas pengamanan objek wisata tersebut, Supadria mengatakan, penerapan Perda AKB yang efektf akan diberlakukan mulai 10 Oktober 2020. “Perda AKB ini lahir untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 atau faktor resiko kesehatan masyarakat berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat serta memberikan kepastian hukum pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi aparatur pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, penanggungjawab kegiatan/usaha dan masyarakat,“ ujarnya.

Dikatakannya, Perda tersebut di samping mengatur orang perorang juga mengatur bagi penanggungjawab kegiatan atau usaha pada aspek, keagamaan, sosial budaya, ekonomi dan penyelenggaraan pemerintah daerah. Dan ciri khas dari Perda AKB, yakni adanya sanksi pidana. Sedangkan kaitannya dengan kepariwisataan jelas Supadria, apabila setiap penanggungjawab kegiatan/usaha melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Maka dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan hingga kepada pencabutan izin dan sanksi pidana kurungan atau denda.

“untuk itu kepada petugas harus berhati-hati. Mulai dari pintu masuk, security sudah mulai mengingatkan kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan. petugas harus menjadi contoh bagi pengunjung, tidak ada yang tidak memakai masker. Mari kita kawal bersama objek wisata ini agar tidak ditutup, karena apabila ditutup resikonya tidak akan ada pemasukan untuk daerah. Mari kita terapkan janji dan prinsip sebagai petugas pengamanan,” imbaunya.

Pada kesempatan tersebut, Supadria juga mengevaluasi pelaksanaan tugas pengamanan yang selama ini sudah dianggap cukup baik, namun selalu diingatkan agar senantiasa menjaga kewaspadaan. “Objek wisata TMSBK dan Taman Panorama merupakan objek wisata spesifik yang berbeda dengan objek wisata lainnya, sama-sama mempunyai tingkat kerawanan sangat tinggi. Untuk itu tugas security menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung selama berada di objek wisata,” pungkasnya. (eds)