14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Bupati Gusmal Imbau Masyarakat Waspadai Bahaya Banjir dan Longsor

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal Dt Rajo Lelo, kembali mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Solok terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, baik banjir atau longsor untuk selalu waspada, terutama ketika musim hujan saat ini. 

“Ya, karena daerah kita masuk daerah rawan bencana, jadi kita minta masyarakat selalu berhati-hati. Terutama pada saat cuaca ekstrim seperti sekarang ini, agar tidak sampai terjadi korban jiwa. Apalagi saat ini kita masih memerangi Covid-19. Jadi jangan sampai musibah menumpuk melanda daerah kita,” pesannya, Kamis (8/10). 

Dijelaskan Bupati, karena Kabupaten Solok letaknya pada posisi kaki Bukit Barisan dan dekat dengan Gunung Talang serta mempunyai banyak wilayah perbukitan dan daerah rendah. Maka Solok sangat rentan terhadap bahaya longsor dan banjir.

“Kita memang tidak tahu kapan datangnya musibah yang tidak dikehendaki, namun kalau kita waspada kemungkinan korban jiwa bisa kita atasi. Selalu berkoordinasi dengan pemerintah nagari, Kecamatan dan Kabupaten bila merasa wilayah tempat tinggal kita ada tanda-tanda bahaya akan musibah,” tambahnya. 

Disebutkannya, daerah yang rawan longsor seperti Batang Barus, Aia Dingin, Sirukam, Koto Sani, Aia Luo, Sibarambang. Sementara daerah rawan banjir seperti Selayo, Koto Baru, Muara Panas, Talang Babungo dan lainnya. Biasanya musibah longsor, gempa, banjir sering terjadi ketika cuaca musim hujan, di mana masyarakat yang tinggal di kaki bukit dan pinggiran sungai selalu ketakutan.

Untuk itu ia meminta masyarakat agar terus mewaspadai bahaya banjir dan longsor. “Intinya, dalam menghadapi musibah, masyarakat harus bahu membahu dan saling tolong menolong membantu sanak saudaranya yang ditimpa musibah longsor dan banjir,” terangnya.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Solok, Armen AP mengakui, meski Kabupaten Solok daerah rawan bencana, namun pihaknya selalu berupaya memberikan sosialisasi dan turun ke tempat-tempat rawan bencana. “Kita juga sudah membentuk kelompok siaga bencana, seperti Tagana dan lainnya. Mereka mengaku siap kapan saja membantu masyarakat bila ada musibah atau bencana alam,” jelas Armen. 

Dikatakannya, Pihak BPBD juga telah proaktif dalam mengantisipasi bencana menyusul adanya pengakuan dari Badan Nasional Penanggulangan Benncana (BNPB) Nasional bahwa BPBD Kabupaten Solok dan Kabupaten Cianjur dinyatakan sebagai daerah percontohan sistem informasi kesiapsiagaan bencana (Sigap) di Indonesia. Namun saat ini Kabupaten Solok mengakui lembaga yang dipimpinnya itu masih kekurangan Sumber Daya Manusia.

Sementara untuk mengantisipasi itu, BPBD Kabupaten Solok telah melakukan koordinasi dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di masing-masing kecamatan, sebab kelompok tersebut yang sangat membantu dalam penanganan bencana. (wan)