18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Bupati Gusmal Inginkan Kepala Daerah Terpilih Lanjutkan Program Kabupaten Solok Berbasis Qurani

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal, dalam setiap kunjungan ke masyarakat selalu menyampaikan harapannya agar masyarakat di Kabupaten Solok selalu menjadikan Al Quran dan Hadis sebagai pedoman hidup supaya tidak tersesat dunia akhirat.

“Jadi untuk mewujudkan hal itu, mari kita bersama-sama mewujudkan Kabupaten Solok yang Qurani dengan memulai magrib mengaji atau maghrib Al Quran. Karena semuanya belum berjalan efektif dan tidak cukup satu periode, maka saya sangat berharap agar program yang bagus seperti magrib mengaji atau Solok berbasis Quran ini bisa dilanjutkan Bupati dan Wakil Bupati terpilih mendatang,” harapnya, Kamis (8/10).

Disebutkan Bupati, program itu meski awalnya sangat berat, namun jika kita berkeinginan besar, maka Insya Allah semua akan terwujud. Untuk itu dirinya ingin agar masyarakat Kabupaten Solok membudayakan program Magrib Mengaji atau Magrib Al Quran. Hal tersebut bertujuan untuk membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang bisa mengancam umat Islam.

“Sejak awal kepemimpinan, saya bersama Wabup Yulfadri Nurdin sudah meminta kepada para walinagari dan camat yang ada di Kabupaten Solok agar turut serta mensukseskan program Magrib Al Quran dan Shubuh Berjemaah. Saya yakin, hal ini tentu tidak akan mudah, kalau kita benar-benar berniat merubah akhlak, saya rasa ini akan bisa. Saya ingin di setiap kecamatan nanti ada sekolah SMP Umum berbasis pesantren,” terangnya.

Jadi menurut Bupati, jika program itu bagus silahkanlah dilanjutkan untuk priode pemerintahan mendatang. di samping itu langkah Bupati Gusmal dan Wabup Yulfadri Nurdin mewujudkan Solok yang Qurani mulai mendapatkan dukungan penuh dari legislatif di bumi Arosuka. “Kalau program untuk keselamatan umat, kita dari DPRD pasti akan mendukung dan itu juga harus disosialisasikan secara terus menerus,” ucap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Lucki Effendi.

Diakuinya, untuk mewujudkan hal itu memang agak berat. Apalagi pengaruh HP dan internet sangat tinggi. Tanpa bantuan orang tua dan tokoh masyarakat untuk ikut mewujudkannya, tentulah sulit.

Sementara tokoh masyarakat Kabupaten Solok, H. Hasan Basri menyebutkan, keinginan Pemkab Solok untuk menjadikan daerah Berbasis Qurani perlu didukung semua pihak termasuk para orang tua. “Namun Pemerintah jangan setengah hati mewujudkan hal ini. Sebab kita butuh sosialisasi berkesinambungan. Jangan lupa perkuat gaji guru ngaji dan juga garin yang bertugas di masjid-masjid sebagai ujung tombak di lapangan,” terang Hasan Basri. (wan)