24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Disiplin Faktor Utama Cegah Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

PADANG, KP – Kedisiplinan merupakan faktor utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta api di perlintasan.Untuk itu, PTKereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II (Divre II) Sumbar mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan agar selalu disiplin ketika melintasi perlintasan sebidang kereta api.

“Penyebab kecelakaan kereta api disebabkan kurang disiplinnya pengendara dalam mematuhi rambu-rambu di perlintasan,” ujar Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar Ujang Rusen Permana, kemarin .

Ia menambahkansepanjang Januari-September 2020, PT KAI Divre II Sumbar mencatat telah terjadi 11 kasus kecelakaan di perlintasan kereta api. Oleh karena itudia mengajak masyarakat untuk taat aturan ketika melintas di perlintasan kereta api. Dengan begitu, kecelakaan kereta api dapat dihindari.

Menurutnya, pelanggaran terhadap rambu-rambu lalulintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api dapat dikenakan denda hingga Rp750.000 sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angutan Jalan (LLAJ).Dia menjelaskan pada pasal 296 berbunyi bahwasetiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

Sementara pasal 114 juga menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

Aturan tersebut juga sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

“Maka, ketika mendekati perlintasan sebidang KA, setiap pengguna jalan diharuskan untuk mengurangi kecepatan dan berhenti. Tengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas. Jika ada kereta api yang akan melintas, maka pengendara wajib mendahulukan perjalanan kereta api,” pungkasnya. (ip)