19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Duta Besar India Kunjungi Bukittinggi

BUKITTINGGI, KP – Pjs Walikota Bukittinggi Zaenuddin didampingi Asisten dan beberapa Pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia dan Timor Leste, Pradeep Kumar Rawat di ruang tamu Walikota, Kamis (8/10).

Kunjungan Dubes India itu ke Bukittinggi terkait bidang teknologi Informasi dan layanan di masa Pandemi Covid-19. Pada kesempatan itu, Dubes Pradeep Kumar Rawat menyampaikan, dirinya sangat terkesan dengan Bukittinggi. “Suasananya nyaman, cuaca sejuk dan warganya hangat,” ucapnya.

Dikatakannya, cukup banyak kerjasama yang dapat dijalin antara India dan Indonesia, khususnya Bukittinggi. Namun karena pandemi Covid-19 tentu akan banyak tantangan. “Contoh tantangan dari bidang pendidikan, saat pandemi sekolah libur, tetapi kita harus tetap sampaikan ilmu pada pelajar. Guru tidak bisa berinteraksi langsung. Untuk itu kita harus cari solusi terbaik. Bidang kesehatan, dokter dan pasien tidak bisa berinteraksi langsung, sehingga harus cari solusi agar pelayanan kesehatan dapat terus berjalan maksimal. Sehingga saat ini sangat dibutuhkan skill dalam bidang IT dan teknologi,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, India memiliki banyak perusahaan dan masyarakat yang ahli teknologi IT. Banyak negara lain yang tentunya juga memiliki ahli teknologi. Namun India bisa lebih mengendalikan biayanya dengan harga terjangkau. “Untuk itu kami dari India membuka program pelatihan teknologi yang diberikan khusus bagi pegawai pemerintahan. Pelatihan akan diberikan untuk berbagai bidang, IT keuangan, IT pendidikan, konsultasi kesehatan online dan beberapa program teknologi lainnya,” terangnya.

Contohnya kata dia, bidang pendidikan online. Di India telah diluncurkan satelit khusus dan satu channel TV khusus pendidikan. “Kami sangat bangga dapat berbagi informasi program dan berharap ada pegawai pemerintah Bukittinggi yang ikut dalam pelatihan bidang teknologi ini. Semua budget akan jadi tanggung jawab India. Untuk seluruh Indonesia dianggarkan untuk 100 orang. Durasinya bisa dari satu minggu hingga satu bulan, tergantung program yang akan diambil,” ungkapnya.

Sementara itu Pjs Walikota Bukittinggi Zaenuddin, mengapresiasi niat baik pemerintahan India. Hal itu tentu saja sangat bermanfaat bagi Indonesia, khususnya Bukittinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kondisi sekarang jelasnya, khusus pendidikan memang tidak diizinkan tatap muka. Sedangkan saat kondisi masuk zona hijau, memang telah direncanakan untuk sekolah tatap muka, namun karena sekarang kembali ke zona orange, Bukittinggi kembali tunda sekolah tatap muka.

“Untuk itu tentu butuh teknologi yang bisa digunakan untuk menyampaikan ilmu kepada pelajar, khususnya melalui daring. Begitu juga beberapa bidang lainnya. Untuk itu, kami dari Pemko Bukittinggi siap bekerjasama di bidang IT. Ini akan segera ditindaklanjuti SKPD terkait,” jelasnya. (eds)