18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

DINAS PUPR DATANGKAN ALAT BERAT, Jalan Menuju Nagari Aia Luo Sudah Bisa Dilintasi

SOLOK, KP – Jalan Kabupaten Solok yang menghubungkan Jorong Tanah Sirah menuju Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Rabu sore (7/10), sudah bisa dilintasi kendaraan roda empat.Sebelumnya, longsor terjadi di daerah itu pada Selasa pagi (6/10) sekira pukul 07.30 Wib, tepatnya di Dusun Muaro Sikundua.

Akibat longsor tersebut, sekitar 1400 jiwa warga Nagari Aia Luo terisolasi sejak Selasa hingga Rabu sore (6-7/10) karena longsor menimbun jalan yang menjadi akses utama ke wilayah itu terputus total. “Alhamdulillah, Kamis ini (8/10), jalan yang menghubungkan Nagari Aia Luo sudah bisa dilintasi kendaraan roda empat dan kita sudah mengirim satu alat berat ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor,” sebut Kadis PUPR Kabupaten Solok Syaiful, Kmis malam (8/10).

Dikatakan Syaiful, pihaknya mengirim satu alat berat ke lokasi didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Solok, Elfiandi Ibrahim. “Kita mendapat informasi dari warga dan Camat Payung Sekaki dan kita langsung mendatangkan alat berat ke lokasi tersebut untuk menyingkirkan material longsor, agar aktivitas warga tidak terganggu,” terangnya.

Sementara Camat Payung Sekaki, Irwan Effendi dan warga Aia Luo, menyampaikan terimakasih kepada Dinas PUPR Pemkab Solok yang sudah mendatangkan alat berat ke lokasi longsor. Dia menyebutkan, sebelumnya longsor menimbun badan jalan sepanjang lebih 30 meter dengan tinggi bervariasi hingga 3 meter dan membawa pohon serta batu besar. Bahkan di lokasi yang sama, sudah sangat sering terjadi musibah longsor. “Beberapa bulan lalu, di lokasi ini juga terjadi musibah longsor. Mungkin karena medannya di lereng bukit,” ungkapnya.


Lebih lanjut dikatakannya, Selasa siang (6/10) atas inisiatif Camat Payung Sekaki bersama warga Aia Luo, berusaha menyingkirkan longsor dengan alat seadanya, agar kendaraan roda dua bisa melintas. “Semoga musibah longsor ini tidak terjadi lagi agar aktivitas warga tidak terganggu,” harapnya. (wan)