14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PARLEMENTARIA DPRD PASAMAN, DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-75 Kabupaten Pasaman

PUNCAK peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pasaman ke-75 Tahun 2020 ditandai dengan sidang Paripurna Istimewa ke-24 DPRD yang dipimpin Ketua DPRD PasamanBustomi di gedung persidangan DPRD setempat, Kamis (8/10).

Peringatan HUT Pasaman ke-75 tahun 2020 ini, jauh berbeda dari tahun sebelumnya karena dilaksanakan dengan cara sederhana namun tetap penuh makna, serta mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Ketua DPRD PasamanBustomi menyampaikansecara ringkaskilas balik berdirinya Kabupaten Pasaman. Menurutnya, nama Kabupaten Pasaman diambil dari nama Gunung Pasaman dan nama sungai yaitu Batang Pasaman.

“Kata Pasaman berasal dari kata ‘Pasamoan’ yang berarti kesepakatan dan atau kesamaan pendapat antar golongan etnis penduduk yang mendiami wilayah Pasaman, yaitu Minangkabau, Mandahiling, Jawa dan lain-lainsehingga muncul keragaman budaya yang bercirikan Pasaman yang heterogensebagaimana berlangsung sampai saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan hari jadi Pasaman merupakan hasil rumusan seminar yang digelar pada tanggal 30 Desember 1991 di Lubuksikaping di mana diketahui Kabupaten Pasaman terbentuk pada 8 Oktober 1945 berdasarkan Surat Keputusan Residen Sumatera Barat Nomor R.1/I tanggal 8 Oktober 1945 yang menetapkan pembagian wilayah pemerintah berikut kepala pemerintahannya, termasuk Luhak Talu (Pasaman) dengan Kepala Luhak (Bupati) Abdul Rahman Sutan Larangan. Selanjutnya,pada tahun 1992 DPRD Kabupaten Pasaman bersama Bupati Pasaman melalui surat keputusan resmi menetapkan hari jadi Kabupaten Pasaman pada tanggal 8 Oktober 1945.

Kemudian pada 7 Januari 2004 Kabupaten Pasaman dimekarkan menjadi dua wilayah yakni Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat sesuai usulan masyarakat dan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Saat ini Kabupaten Pasaman terdiri dari 12 Kecamatan dan 37 Nagari, di samping 25 Nagari Persiapan.

“Selama 75 tahun usia Kabupaten Pasamanbanyak sudah pengalaman dan dinamika yang telah kita lalui. Alhamdulillah, berbagai situasi yang kita hadapimampu kita jalani dan dilaksanakan dengan baik,” ujar Bustomi.

“Sebagai kabupaten yang heterogen kita patut berbangga dan berbahagia, karena dalam kurun waktu 75 Tahun, kita mampu membangun dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat, sehingga keaneka-ragaman suku, bahasa dan budaya serta adat istiadat yang ada di Kabupaten Pasaman, yang terikat kuat dalam menjaga keutuhan dan persatuan, menjadi potensi yang dapat didayagunakan secara optimalsekaligus sebagai modal dasar kita dalam membangun daerah,” imbuhnya.

Ia menyerukan agar peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman ke-75 dijadikan momentum untuk menggugah kesadaran sekaligus berintrospeksiserta merenungtentang apa yang telah dan akan diperbuat untuk Kabupaten Pasaman, dengan menelaah berbagai hambatan dan tantangan yang akan dihadapi kedepan. 

“Selanjutnya, perkenankan saya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Pasaman, Bupati dan Wakil Bupati, rekan-rekan forkopimda, pimpinan dan segenap anggota dewan yang telah berperan aktif dalam membangun Pasaman. Seterusnya kepada para sesepuh, para perintis, dan pendahulu kita karena tanpa perjuangan beliautentunya Kabupaten Pasamantidak akan seperti sekarang ini,”kata Bustomi.

Sementara Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis dalam sambutannya menyampaikanrapat paripurna dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Pasaman ke-75 ini merupakan wujud penghargaan dan kepedulian kita untuk kabupaten pasaman yang lebih baik. 

“Peringatan hari jadi Kabupaten Pasaman tahun 2020 ini adalah yang terakhir di masa kepemimpinan kami Yusuf Lubis – Atos Pratama di daerah ini,” katanya. 

Dimasa kepemimpinannya selaku bupati bersama Wabup Atos Pratama, berbagai capaian telah diraih dalam membangun kabupaten pasaman. Yusuf Lubis berharapvisi Pemkab Pasaman yang sudah dituangkan dalam RPJMD periode 2016-2021 yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Pasaman yang sejahtera, agamais, dan berbudaya dapat tercapai. *