TERKAIT VIDEO VIRAL DI MEDSOS, Gakkumdu Panggil 10 Anggota DPRD Limapuluh Kota

admin

LIMAPULUH KOTA, KP- Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota mulai melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam video viral 10 anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota yang berasal dari tiga fraksi yang menyatakan sikap atau dukungan terhadap salah satu Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota yang ikut dalam Pilkada tahun 2020.

Pernyataan sepuluh orang yang dikomandoi Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra (Fraksi Gerindra) itu dilakukan di ruang sidang DPRD setempat di kawasan Bukik Limau baru-baru ini.

Deni Asra sebelumnya menyebutkan, hal yang ia lakukan bersama sembilan orang rekannya bukanlah kegiatan kampanye. Meski begitu, proses penelusuran terhadap informasi awal sudah dijadikan temuan dan telah diregister oleh Bawaslu, sehingga diteruskan ke Gakkumdu.

“Hasil penelusuran terhadap informasi awal, sudah diregister sebagai temuan dengan nomor 004/TM/PB/KAB/03.10/X/2020. Prosesnya sekarang sedang ditangani Gakkumdu,” sebut Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra didampingi Komisioner Bawaslu, Ismet Aljannata, Rabu lalu.

Yori juga menambahkan, Gakkumdu terdiri dari unsur Kejaksaan, Kepolisian dan Bawaslu yang akan menangani dugaan pelanggaran tersebut.

Koordinator Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Zumaira menyebutkan, pihaknya (Gakkumdu) telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang terlapor (anggota DPRD) dan saksi yang terlibat dalam pembuatan video berdurasi 34 detik tersebut.

“Ada tujuh orang dari DPRD Kabupaten Limapuluh Kota (terlapor) dan pihak yang terlibat dalam pembuatan video serta yang hadir yang kita periksa dihari pertama dugaan perkara tersebut ditangani oleh Gakkumdu,” sebutnya.

Zumaira juga menambahkan, Gakkumdu memiliki waktu selama tiga hari dalam proses penanganan perkara dugaan pelanggaran.

Sebelumnya, Viral diberbagai media Sosial terkait10 anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota (tiga fraksi) yang menyatakan sikap dukungan terhadap salah satu Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota. Hal tersebut mereka lakukan di gedung rakyat. Atas perbuatannya mereka terancam pidana.

” Dugaan sementara memang ada indikasi pelanggaran Pidana dengan ancaman 6 bulan sesuai Pasal 71 dan 188 Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota,” sebut Ismet Aljannata beberapa waktu lalu. (dst)

Next Post

Pesisir Selatan Nominator Penerima Peduli Wisata Award 2020

PAINAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadi satu dari sembilan kabupaten/kota di provinsi setempat yang masuk sebagai nominator penerima Peduli Wisata Award 2020. “Tim dari provinsi akan melakukan penilaian mulai hari ini (Jumat-red) hingga Sabtu (10/10). diharakan hasil yang diraih maksimal,” kata Pjs Bupati Pessel, Mardi di Painan, […]