18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Gugatan Ditolak Bawaslu, Iriadi-Agus Syahdeman Ajukan Banding

SOLOK, KP – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok, Minggu sore (11/10) menggelar sidang putusan sengketa yang diajukan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Iriadi-Agus Syahdeman (ASD).

Pada sidang tersebut Bawaslu memutuskan menolak gugatan bapaslonBupati dan Wakil Bupati Solok, Iriadi Dt. Tumanggung -Agus Syahdeman.

Gugatan itu dilayangkan bapaslon tersebut, sebab sebelumnya mereka ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok yang menyatakan pasangannya Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Sidang BapaslonBupati – Wakil Bupati Solok 2021-2025, Iriadi dt. Tumanggung dan pasangannya Agus Syahdemanmengadukan KPU Kabupaten Solok kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Pengaduan itu dilakukanterkait dibatalkannya pasangan tersebut menjadi calon bupati, karena gagal pada tes kesehatan yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atau dianggap TMS.

“Bawaslu sudah memproses pengajuan permohonan sengketa kami dan sudah memverifikasi dan memutuskan paslon kami TMS formil dan materil,” kata Agus Syahdeman.

Pihak mengajukan permohonan sengketa pada Senin (28/9) lalu, namun setelah ditolak KPU dan Bawaslu, mereka akan naik banding ke PTUN Medan.

“Bapak Iriadi orangnya sehat dan bugar, bahkan tidak pernah memasang cincin di jantungnya. Jadi itu tidak ada alasan beliau sakit jantung,” sebut Agus Syahdeman.

Pihaknya berharap akan ada keadilan di PTUN Medan agar pasangannya bisa mencalon menjadi Bupati dan Wakil Bupati Solok.

Pada kesempatan berbeda, Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani menyebut, KPU sudah melalui tahapan sampai penetapan calon sesuai peraturan. Meski begitu menurut dia, KPU akan menghormati apapun nanti keputusan yang diambil Bawaslu dan PTUN.”Kalau menang gugatan ya kita akan laksanakan apa yang menjadi keputusan PTUN ,” kata Izwaryani.

Saat ini, pasangan calon kepala daerah di Sumbar termasuk dari Kabupaten Solok sudah memasuki masa kampanye, sejak Sabtu (26/9) lalu.

Sebelumnya pihak Iriadi dan Agus Syahdeman sangat menyayangkan keputusan KPU yang mengirim pengacara yang tercatat sebagai Tim Pemeriksa Daerah (TPD), yakniDr. Aerma Deva.

“Dengan memakai pengacara TPD, apakah ini tidak akan mempengaruhi keputusan majelis. Dan apakah tidak ada pengacara lain di Solok?,” sebut Agus Syahdeman, Minggu (4/10).

Dengan memakai pengacara Dr. Aerma Devayang sampai ini masih TPD apakah ini tidak akan mempengaruhi keputusan majelis?. Tapi sampai akhir pesidangan dari infoProf Muhamad selaku Ketua DKPP Sumbar, Dr. Aerma Devaakan di non aktifkan dari TPD.

Namun, yang menjadi tanda tanya kenapa KPU memakai pengacara yang jelas beliau anggota TDP yang kerjanya mengawasi Bawaslu dan KPU, kenapa tidak dari DKPP saja?,” tanya Agus Syahdeman.

Disebutkan Agus Syahdeman, di hari pertama waktu tahapan musyawarah mufakat sudah di ingatkan tim pengacara kami agar tidak memakai pengacara TDP. Tapi beliau bersikeras mau juga jadi PH KPU, karena katanya tidak ada aturan hukum yang mengatur dia selaku anggota TDP menjadi PH.

Agus Syahdeman juga mempertanyakan bahwa sidang juga belum maksimal menerapkan protokol kesehatan, tidak jaga jarak juga nampaknya belum maksimal diterapkan.

Menurut Agus Syahdeman, pihaknya yakin, KPU Kabupaten Solok sebagai penyelenggara Pilkada, adalah orang-orang pilihan yang integritasnya tidak perlu diragukan lagi.

“Mereka adalah orang pilihan yang berkomitmen memajukan demokrasi tanah air. Tetapi di fakta persidangan musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan dengan Pemohon pasangan Iriadi-Agus Syahdeman di Baswalu, KPU Kabupaten Solok menggunakan pengacara dari TPD yang punya konflik kepentingan dalam masalah ini. Dan kabarnya sudah dinon aktifkan,” terang Agus Syahdeman.

Namun kedepan pihaknya berharap, sebagai wasit, berlakulah adil, berpegang teguhlah kepada aturan per undang-undagan yang ada, agar demokrasi ini tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan, juga agar imej yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan pendukung Paslon Iriadi-ASD, bahwa ada yang berkepentingan, dan tangan-tangan ghaib yang tidak menginginkan Iriadi-ASD sebagai kompetitor di Pilkada Kabupaten Solok 9 Desember mendatang. (wan)