24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kriminil, Sadarlah!

ANAK muda yang minim pengendalian dirinya cenderung berperilaku menyimpang. Mereka yang tidak punya rasa malu bisa jadi dikarenakan sempitnya pemikiran yang bersangkutan. Tak tertutup kemungkinan mereka kurang perhatian dari orangtua. Ini tentunya perlu lebih didalami dan diteliti, sehingga anak-muda muda matah itu melakukan aksi tidak baik, mencuri atau memperlihatkan perangai yang aneh-aneh.

KORAN PADANG dalam setiap pemberitaannya selalu menampilkan problema remaja, seperti mencuri dan kejahatan lainnya. Tak jarang di antara mereka mendapat ‘hadiah’ timah panas dari polisi. Masih untung yang tertembak kaki, bagaimana, kalau kepala atau dadanya karena perbuatan mereka yang nekat melawan dan membahayakan nyawa petugas saat akan ditangkap?

Sudah sering media ini memunculkan aksi kepolisian yang sukses menggulung anak-anak muda kriminil yang gagal melakukan aksi kejahatannya. Ini pantas jadi renungan bagi remaja di daerah ini bahwa siapa yang melakukan aksi tercela itu nasibnya akan berakhir nahas.

Sekali saja remaja berandal itu berhasil melakukan aksi kejahatan, cenderung mereka akan ketagihan melakukan perbuatan itu. Jika aksi bersangkutan berhasil ‘dipatahkan’ dan berurusan dengan polisi, namun kesadarannya sulit untuk pulih. Sebab, dia sudah kecanduan. Kalau yang bersangkutan selesai menjalani hukuman, pasti warga sekitar tempat pelaku tinggal jadi resah karena khawatir si pelaku akan kembali melancarkan aksinya. Namun, ada juga mantan napi itu yang pindah tempat tinggal. Namun di mana saja ia berdomisili, cenderung aksinya itu kambuh lagi. Jajaran penegak kamtibmas tentu sudah paham dengan perangai yang bersangkutan.

Mengatasi kejahatan anak muda dengan tindakan tegas seperti ‘dhadiahi’ timah panas sebenarnya adalah sesuatu yang positif. Dengan harapan yang bersangkutan sadar dengan kejahatan yang dllakukannya.

Bagaimanapun, tentu ada rasa bangga kalau kita hidup dalam suasana tentram. Aman di rumah, aman di tempat kerja, aman di mana saja. Namun mampukah rasa aman itu tercipta saat sekarang di mana era pandemi menyelimuti negeri ini? Semuanya serba terbatas. Kemiskinan sudah sangat terasa. Di sinilah kita semua sedang diuji. Beragam persoalan tengah melanda negeri tercinta ini. Untuk itu, kita bersama wajib menciptakan rasa aman. Upaya aparat kamtibmas dalam memberantas kejahatan perlu terus disokong. Termasuk membimbing para pelaku kejahatan untuk kembali ke jalan yang benar. *