28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Mundur Selangkah

NEGERI aman dan sejahtera adalah dambaan kita bersama. Sebaliknya, saling curiga-mencurigaidiantara kita tentu sangat tak diinginkan. Beda pendapat hal biasa, sebagai ciri demokrasi. Bahkan,‘silang pemikiran’ merupakan suatu hal yang biasa dalam negara demokrasi. Di Minangkabau ada pepatah, basilang kayu di tungku, disitu api mako ka iduik.

Bagaimanapun hebatnya beda pendapat dalam suatu musyawarah, harus dihadapi dan diselesaikan dengan kepala dingin. Misalnya ketika pimpinan sidang menskor rapat. Untuk mendinginkan suasana, selingi dengan kegiatan lain. Boleh jadi salat berjamaah bagi kelompok Islami, yang lain menyesuaikan kegiatannya.

Saat ini sedang ramai desakan pada anggota dewan yang terhormatagar berkenan mendengar aspirasi pendemo terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja. Khusus di Sumbar, desakan penolakan atas pengesahan UU Cipta Kerja itu disampaikan kaum pekerja bersama mahasiswa pada DPRD dan aspirasi pendemo itu langsung ditindaklanjuti DPRD bersama Gubernur Sumbar dengan mengirim tuntutan pendemo itu ke pemerintah pusat di Jakarta.

Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja itu boleh dikatakan hampir merata terjadi di Indonesia. Tentu, aspirasi yang disampaikan pendemo itu sebagai bukti cintanya mereka pada negara berpenduduk lebih dari 250 juta ini. Tak perlusuara hati pendemo itu dibungkam atau sama sekali dianggap tak berarti. Dalam hal ini, pemerintah mesti tetap ‘berkepala dingin’ menghadapi cetusan nurani calon cendekiawan bangsa ini.

Pemerintah Indonesia termasuk anggota dewan adalah pemimpin terkemuka pilihan rakyat. Ada saatnya pula menganalisahal-hal yang sensitif berkaitan dengan tuntutan pendemo itu. Boleh jadi diperlunak bahasanya tanpa mengurangi maksud dan tujuannya. Sangat disayangkan jika tuntutan cerdas pendemo tak begitu jadi perhatian. Hanya dengankearifan pemerintah pusatnegeri ini aman dan selalu terkendali jalannya sesuai cita-cita bangsa yang besar ini.

Bagaimanapun, kita sebagai anak bangsa yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan harus terus berusaha melaksanakan tahapan kerja untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Boleh jadi aspirasi rakyat terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja mempunyai hikmah yang menguntungkan bagi masa depan bangsa yang besar ini. Oleh karena itu, emosi dan kepala panas tak pantas dikemukakan dalam masalah ini. Apalagi dengan demo yang pesertanya ‘membludak’ di berbagai daerah, seakan aparat keamanan kewalahan. Kita tak ingin berbagai aksi yang muncul ini justru menimbulkan kerugian, baik bagi pendemo, aparat, maupun kerugian aset daerah. Belum lagi yang ‘terpaksa’ diamankan. Jelas menyusahkan aparat serta orangtua pendemo yang bisa jadi kurang mengerti dengan aksi tersebut.

Bagaimanapun juga, Indonesia sejahtera, aman, dan damai selalu jadi harapan kita bersama. Insya Allah. *