24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Tersingkir Secara Mendadak Jadi Peserta Nasional, Juara MTQ Sumbar Mengadu ke Gubernur

PADANG, KP – Salah seorang kafilah, Yunia Safitri, yang berasal dari Kabupaten Dharmasrayatersingkir secara mendadak dari daftar peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2020. Ia tidak bisa mengikuti Training Center (TC) tahap ke-2. Sedangkan yang akan dikirimkan ke MTQ tingkat Nasional adalah yang ada namanya dalam daftar TC tahap 2 yaitu tanggal 2-9 Oktober 2020.

Ia lantas mengadukan hal tersebut kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (12/10). Yunia mengatakan dirinya sempat bertanya apa alasan dia tidak masuk daftar untuk ikut ajang MTQ ke-XXVIll tahun 2020 yang digelar Bulan November mendatang diSumbar,  namun tidak ada jawaban yang jelas dari pihak panitia.

“Biasanya MTQ yang juara satu provinsi langsung di bawa ke tingkat nasional, tapi tiba-tiba mendadak berubah, juara satu tidak dikirim, yang dikirim malah juara 2,” katanya.

Sekadar informasi, Yunia Safitri merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP). Ia merupakan juara 1 MTQ tingkat Provinsi Sumbar tahun 2019 cabang tilawah remaja putri. Ia juga juara 2 MTQ Nasional tingkat mahasiswa se-Indonesia di Aceh 2019.

“Jadi nama Yunia hilang karena ada keputusan mendadak atas kesepakatan d tengah jalan. Dengan alasan ada kesepakatan antara pelatih dan pihak LPTQ, itupun penjelasannya kita dapatkan setelah bertanya tanggal 10 Oktober lalu,” ujarnya seperti dikutip dari Langgam.id.

Menurutnya, selama ini peraih juara 1 otomatis mewakili provinsi untuk bersaing ke tingkat nasional. Sedangkan yang juara 2 akan menjadi cadangan. Tapi tidak begitu yang terjadi saat ini. Tiba-tiba saja juara 2 yang di SK kan sebagai perwakilan Sumbar dan bukan dirinya.

Dari hasil pertemuan dengan Gubernur, menurutnya Gubernur langsung memerintahkan agar Kepala Biro Bina Mental Pemprov Sumbar Syaifullah untuk menindaklanjuti aduan tersebut. Pemprov akan mencari tahu apakah semua prosedur dilakukan sesuai aturan yang ada. Ia berharap agar semua penilaian berjalan dengan adil.

“Kata pak Gubernur akan dikaji ulang apa yang terjadi, menelusuri informasi berdasarkan data yang kita berikan,” katanya.

Sementara, Kabiro Bina Mental Pemprov Sumbar Syaifullah mengaku baru mengetahui hal tersebut dari pengaduan Yunia Safitri. Menurutnya dari informasi LPTQ, pada tahun 2018 lalu ada kesepakatan bahwa antara LPTQ Sumbar, Kanwil Kemenag Sumbar, dan Pemprov Sumbar tentang kriteria kafilah utusan dari Sumbar.

“Dulu ada kesepakatan bahwa rekrutmen untuk ikut Training Center (TC) MTQ Sumbar memenuhi tiga kriteria, yaitu juara 1 waktu MTQ di Padangpariaman, juara 1 MTQ di Kota Solok, dan kriteria ketiga adalah mereka yang merupakan putera-puteri Sumbar yang potensial tetapi tidak terjaring lewat even MTQ. Misalnya dia anak pesantren atau anak yang hafiz quran, baik ia berada di Sumbar maupun berada di luar Sumbar. Tiga kriteria ini berhak diikutkan TC,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Syaifullah, yang tiga kriteria itu dites lagioleh pelatih pusat dan daerah mana yang terbaik. Diduga pada tahap ini Yunia tersingkir dan LPTQ menunjuk Dani Rahman sebagai utusan Sumbar. Namun sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) soal siapa yang akan diutus dari Sumbar. Pihaknya sekarang dalam proses mencari tahu permasalahan tersebut.

“Jadi tunggu proses selanjutnya, sekarang sedang ditelusuri, dilihat nanti bagaimana nilainya, nanti kita cari tahu, kita tunggu saja,” katanya.

Syaifullah menjelaskan SK utusan dari Sumbar akan ditetapkan dalam minggu ini. Namun kalau memang nantinya sudah sesuai prosedur dan nilai yang lain lebih tinggi, maka pihaknya akan menerima.

“Jadi kita telusuri, kalau benar kita harus fair, tapi kalau tidak dan ada unsur-unsur yang lain maka itu yang ditindaklanjuti,” ujarnya.(lgm)