14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Cegah Pelanggaran Pilkada, Puluhan PPK dan PPS di Pasaman Dibekali Kode Etik

LUBUKSIKAPING, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman menggelar bimbingan teknis (bimtek) terkait kode etik dan perilaku bagi badan Ad Hoc PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) se-Pasaman, di Hotel Grand Royal Denai Bukittinggi, Senin (12/10).

Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi menyampaikan, bimtek tersebut bertujuan menjaga integritas, kehormatan, kemandirian dan kredibilitas penyelanggara Pemilu, khususnya pada Pilkada serentak di Pasaman untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Pasaman, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang akan digelar 9 Desember mendatang.

“Dengan kegiatan bimtek ini diharapkan seluruh PPK dan PPS se-Pasaman dapat menjaga kode etik, bebas dari praktek KKN yang kotor, serta dapat menerapkan prinsip jujur, adil, berintegritas serta berkepastian hukum,” tegasnya.

Bimtek kode etik dan perilaku itu tambah Rodi, diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada penyelenggara Pemilu. Dengan menghadirkan narasumber Dr. Khairul Fahmi dan Dr. Aidinil Zetra dari Universitas Andalas (Unand) Padang. Drs. Muhammad Mufti Syarfie yang merupakan mantan Komisioner KPU Sumbar serta Yanuk Sri Mulyani selaku Koordinator Divisi Hukum KPU Provinsi Sumatra Barat, yang dihadiri seluruh komisioner KPU Kabupaten Pasaman.

Di samping itu peserta bimtek tampak dibagi dalam dua sesi, guna menerapkan physical distancing dan wajib menggunakan masker serta cuci tangan pakai sabun. “Kami selaku penyelenggara ad-hoc PPK maupun PPS sangat mengapresiasi agenda bimtek kode etik ini. Jujur, ini dapat menambah wawasan kami serta mengetahui batasan dan larangan dalam menyelenggarakan Pilkada serentak 9 Desember mendatang,” ungkap Afrina Rahayu didampingi Ardiman selaku PPK Bonjol. (nst)