24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Gubernur Optimis, Perda AKB Bisa Ubah Perilaku Masyarakat Untuk Patuhi Prokes

PARIAMAN, KP – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno optimis Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumbarbisa mengubah perilaku masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selaku ketua Tim I sosialisasi Perda Nomor 6/2020 tentang AKB di Balaikota Pariaman, baru-baru ini. Dijelaskannya, adanya kebijakan ‘new normal’ dari pemerintah pusat membuat kebanyakan masyarakat menganggap situasi sudah normal. Namun sebenarnya yang harus diubah adalah paradigma kebiasaan lama menuju kebiasaan baru.

“Bagaimana masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa namun tetap menjaga kesehatan diri dengan protokol kesehatan. Apabila perda ini terlaksana dengan baik, saya yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker,” ungkap Irwan Prayitno.

Sampai saat ini pandemi covid-19 belum juga berakhir. Masyarakat Sumbar diimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup produktif dan tetap terhindar dari penularan virus dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

“Saya yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak akan menjadi kebiasaan baru. Sebab, covid-19 adalah musuh nyata dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa menyembuhkannya.Covid-19 itu tidak bisa kita atur.Artinya diri kita lah yang harus kita kendalikan untuk menghindari covid-19 dalam berbagai aktivitas,” sebutnya.

Gubernur menjelaskan banyak pertimbangan yang dilakukan Pemprov Sumbar dalam pengendalian covid-19. Menurutnya, jika PSBB diberlakukan lagi banyak biaya yang dibutuhkan dan tentunya pergerakan ekonomi akan terganggu.

“Untuk itu dengan adanya Perda AKB kita diwajibkan hidup sehat dan ekonomi tetap berjalan,” kata Irwan Prayitno.

Ditambahkannya, Perda AKB resmi diberlakukan sejak 10 Oktober 2020 yang sebelumnya sudah didahului dengan sosialisasi disetiap daerah kabupaten/kota termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagi-bagikan masker oleh setiap tim. Ada enam tim sosialiasi yang dipimpin langsung oleh forkopimda dan sudah semua kabupaten/kota datangi.

“Mudah-mudahan dengan adanya perda ini masyarakat terbiasa menggunakan maskersehingga berkurang kasus positif covid-19 di Sumbar. InsyaAllah kita bisa mengendalikannya,” tuturnya.

Gubernur berharap kepada kabupaten/kotauntuk bekerjasama, kompak, dan bersinergi menerapkan Perda AKB kepada masyarakat, didukung oleh Satpol PP, polisi,TNI, dan jajaran forkopimda. “Dengan adanya efek jera melalui sanksi yang diberikan kita berharap masyarakat terbiasa dengan prokes dan tercapai harapan kita untuk mengurangi positif covid-19 ini,” pungkas Gubernur Irwan Prayitno. (adv)