21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PERKEBUNAN JERUK DI LIMAPULUH KOTA MAIN BERKEMBANG, Gusfiyaldi : Luas Kebun Jerman di Nagari Anding Capai 150 Hektare

LIMAPULUH KOTA, KP – Jeruk Manis Anding (Jerman) Kecamatan Suliki, bakal menjadi pesaing kuat bagi jeruk Siam Gunung Omeh (Jesigo) dan jeruk Siam Situjuah (Jesitu). Saat ini luas lahan yang ditanami jeruk mencapai sekitar 150 hektare. Sekitar 70 hektare sudah panen dan 80 hektare lagi di tingkat remaja sampai mulai berbuah.

Hampir 100 kepala keluarga di Nagari Anding sudah mengelola perkebunan Jerman dengan harga jual panen mencapai Rp11 ribu per kg, lebih tinggi dari harga Jesigo yang rata-rata Rp10 ribu per kg. Sehingga usaha tersebut mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Nagari Anding dan sekitarnya.

Walinagari Anding, Gusfiyaldi yang diminta komentarnya mengatakan, di Nagari Anding masih luas lahan yang berpotensi untuk kebun jeruk komoditas yang akan menjadi andalan Kabupaten Limapuluh Kota tersebut. Ia mengharapkan lahan jerman terus meningkat, karena kegigihan masyarakat Nagari Anding untuk bertanam jeruk. “Lahan yang selama ini tidur (tidak diolah) di Nagari tersebut, sekarang 80% persennya sudah menjadi lahan produktif,” terang Gusfiyaldi.

Di samping itu komitmen Walinagari Andiang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dibuktikannya dengan mengkonsep dari awal potensi daerah, sesuai visi dan misi walinagari untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat Nagari Andiang.

“Jeruk Jerman ini merupakan bibit unggul dan pengolahannya berbeda dengan yang lain. Selain hasilnya berbeda dari segi rasa yang lebih menggigit manisnya, pemupukannya menggunakan pupuk organik. Penanaman jeruk ini mulai gencar diikuti petani Anding yang punya lahan memadai,” ulasnya.

Dijelaskannya, semula melalui inisiatif sendiri secara pribadi dengan komitmennya telah menampung dan memasarkan hasil panen Jeruk Jerman yang dihasilkan masyarakat setempat. “Untuk menghindari terjadi praktek tengkulak terhadap hasil panen masyarakat, kita selaku pemerintah nagari melancarkan pasca panen petani,” sebutnya.

Untuk itu ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota agar membantu penuh dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena bukan hanya sebagai petani Jeruk Jerman, masyarakat Nagari Andiang juga ingin menjadi pengelola minuman olahan jeruk yang nantinya akan diberi nama Jerman Preskul.

“Jika ada investor yang akan menamamkan modalnya di sentra jeruk maupun pabrik jeruk, kita akan menerima dengan senang hati. Karena kita memang ingin perekonomian masyarakat sejahtera. Kita juga ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang akan memasarkan produk kita di Luak Limopuluah, bahkan sampai ke luar negeri sekalipun,” terangnya.

Selain itu, tak hanya Walinagari Anding yang serius mendorong masyarakat untuk bertanam jeruk, melainkan juga Muhammad Rahmad yang punya rencana membina petani heruk Jerman Anding. Di mana polanya nanti hampir sama dengan program bantuan modal tanpa bunga kebun jagung. ”Nanti diterapkan kredit tanpa bunga untuk modal usaha berkebun jeruk,” pungkasnya. (dst)