14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Perda AKB Berlaku, Bupati Irfendi : Masyarakat Jangan Melanggar

LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, mengajak masyarakat yang ada di daerahnya untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. Hal itu menyusul diberlakukannya Perda Sumatra Barat Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Dalam Pencegahan dan Pengandalian Covid-19 2019 di Sumatra Barat beberapa waktu lalu.

“Kita tidak ingin nanti ada warga Limapuluh Kota ditemukan melanggar protokol kesahatan,” ujarnya saat sosialisasi Perda di Aula Rumah Dinas Bupati, Labuah Basilang, Rabu (14/10).

Ia berharap, dengan telah diberlakukannya Perda tersebut di Sumbar khususnya Kabupaten Limapuluh Kota, masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Ini demi kesalamatan kita bersama, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu, mari kita taati aturan yang sudah ditetapkan,” sebutnya.

Senada, Asisten Admimistrasi Umum dan Kesra Sekretariat Daerah Pemprov Sumbar, Nasir Ahmad menyebutkan, dalam menegakkan Perda tersebut seluruh pihak harus terlibat. Semuanya harus komit, bagaimana mengantisipasi pengembangan Covid-19, menekan jumlah kematian, sekaligus meningkatkan orang yang sembuh dari Covid-19. “Gencarkan sosialisasi supaya Perda ini bisa dipahami masyarakat,” ulasnya.

Sebelumnya, Kepala Balitbang Pemprov Sumbar, Reti Wafda menyebutkan, Perda AKB yang telah diberlakukan itu tak perlu aturan turunan. Maka dari itu kabupaten/kota bisa menyesuaikan dengan klausal yang telah ditetapkan. Ia menyebut, Dalam Perda AKB No 6 Tahun 2020 itu memuat sanksi bagi pelanggar, termasuk sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. 

Adapun substansi pencegahan dan pengendalian yakni mencakup perorangan, pelaksana usaha dan perangkat daerah/lembaga pemerintahan. Masyarakat wajib menerapkan perilaku disiplin protokol kesehatan seperti menggunakan masker di luar rumah, cuci tangan menggunakan air dan sabun, menjaga jarak fisik serta tidak berjabat tangan saat mengucapkan salam. “Sanksinya berjenjang, termasuk denda Rp250 ribu atau kurungan penjara selama dua hari bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker,” tutupnya. (dho)