21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Psikolog UNP Laksanakan Pengabdian Masyarakat pada Lima SD di Koto Bangun

BUKITTINGGI, KP – Jurusan Psikologi UNP melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk 5 sekolah dasar di Kenagarian Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kab. Limapuluh Kota, Agustus lalu. Pengabdian itu berupa pelatihan yang difasilitasi dosen-dosen jurusan psikologi UNP kepada guru dan kepala sekolah yang berjumlah 38 orang.

Ketua Pengabdian Masyarakat, Duryati mengatakan, pelatihan itu dilakukan mengingat masih minimnya metode dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar, khususnya mengajar membaca. Hal tersebut dapat dimaklumi karena guru-guru di daerah itu jarang mengikuti pelatihan pengembangan diri dalam upaya peningkatan keterampilan mengajar. ”Letak kecamatan kapur IX, khususnya Nagari Koto Bangun yang jauh dari pusat kabupaten, menjadi salah satu penyebab guru-guru kesulitan mengikuti berbagai pelatihan yang ada” ujarnya kepada KORAN PADANG di Bukittinggi, Selasa (13/10).

Dikatakannya, kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari dari pagi hingga sore secara luring. Di mana pelatihan metode silabtik itu mengajarkan metode membaca dengan menggabungkan 3 metode, yaitu metode silabel, abjad 8 dan linguistik. Masing-masing metode dipraktekkan melalui media kartu dan menggambar di papan tulis.

“Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Materi yang diajarkan juga menambah wawasan mereka tentang bagaimana menghadapi kesulitan siswa dalam belajar. Harapannya, kemampuan mengajar guru khususnya dalam membaca meningkat, sehingga siswa dapat menguasai keterampilan membaca dengan lebih mudah dan menyenangkan,” harapnya.

Sementara itu Ketua Gugus Bina Luhur Koto Bangun mengatakan, sangat beruntung mendapatkan kesempatan guru-guru dilatih tim pengabdi dari UNP. Seingatnya, Kapur IX khususnya Kenagarian Koto Bangun belum pernah mendapatkan program seperti itudari UNP. Untuk itu ia berharap agar ke depannya sekolah-sekolah di kecamatan Kapur, khususnya Koto Bangun bisa mendapatkan program-program seperti itu lagi agar kompetensi mengajar guru-guru di daerah terpencil seperti Nagari Koto bangun dapat meningkat.

Senada dengan itu, pengawas satuan pendidikan juga mengatakan sangat mengapresiasi program tersebut karena merupakan kesempatan langka. Di mana jarang sekali tim pengabdian dari UNP maupun universitas lain memberikan program pengabdian masyarakat atau pelatihan ke daerah mereka. “Mungkin karena akses cukup jauh untuk menjangkau daerah ini. Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan guru-guru sebaik mungkin. (oki)