27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

SDN 07 Belakang Balok Bukittinggi Launching Program “Kecil Menanam, Besar Memanen”

BUKITTINGGI, KP – SDN 07 Belakang Balok Kota Bukittinggi melaksanakan launching program “Kecil Menanam, Besar Memanen”. Launching yang dihadiri beberapa perwakilan orang tua siswa, komite sekolah, RT, LPM Belakang Balok, lurah Belakang Balok, serta perwakilan Kantor BP2DASLH Agam Kuantan itu, berlangsung sederhana dengan memperhatikan protokol Covid-19, di halaman SDN 07 Belakang Balok, Selasa (13/10).

Kepala SDN 07 Belakang Balok, Efry Yenny menyebutkan, kondisi lingkungan hidup saat ini mulai menghadirkan rasa kekhawatiran mendalam bagi berbagai kalangan. Hutan yang semakin sedikit, pepohonan semakin jarang, udara tercemar, tanah tercemar, kelangkaan air bersih, sampah dan segunung masalah lainnya, sudah sepatutnya menjadi prioritas teramat penting untuk segera diatasi. Mengingat lingkungan hidup adalah faktor pendukung utama bagi keberlangsungan makhluk hidup di bumi.

“Hal itu pula yang mendorong SDN 07 Belakang Balok mengadakan sebuah terobosan yang nantinya diharapkan dapat memberikan sumbangsih berarti bagi upaya penanggulangan masalah lingkungan. Terobosan dimaksud yakni program “Kecil Menanam, Besar Memanen”. Di mana seluruh warga sekolah terutama siswa diberi satu bibit tanaman buah untuk dimilikinya, kemudian ditanam, dirawat dan dipelihara di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Dikatakannya, program tersebut dipilih karena pohon adalah unsur sangat penting bagi lingkungan hidup. Semua makhluk butuh pohon, untuk menjaga keseimbangan lingkungan pun butuh pohon. Namun pohon semakin berkurang  dari waktu ke waktu dan manusia cenderung meremehkan keberadaannya. Begitu gampang menebang pohon karena hal-hal sepele, padahal untuk tumbuh besar, butuh waktu berpuluh tahun.

“Anak-anak juga demikian adanya, belum menyadari betapa berharganya sebuah pohon bagi kehidupan kita. Ketika makan buah yang terasa sedikit asam atau pahit, mereka langsung membuangnya menjadi sampah, tanpa berusaha sedikitpun mencari alternatif pemanfaatan lainnya. Mereka tak menyadari, betapa banyak waktu, usaha, energi dan pengorbanan yang dibutuhkan untuk bisa menghadirkan buah itu ke tangan mereka,” ulasnya.

Dijelaskannya, Program Kecil Menanam, Besar Memanen itu sudah lama di rencanakan, yakni dari awal tahun 2020. Pihaknya selaku Kepala SDN 07 Belakang Balok beserta jajaran telah mempersiapkan program itu dengan sematang-matangnya, agar bisa launching di akhir Maret 2020. Berbagai kerjasama dijalin dengan pihak terkait, di antaranya lurah Belakang Balok, Camat ABTB, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi, Dinas Pertanian Kota Bukittinggi, Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi dan terutama BP2DASLH Agam Kuantan selaku penyedia bibit tanaman buah. Namun apa hendak dikata, Pandemi Covid-19 mengakibatkan semua rencana tersebut tertunda untuk waktu yang tak bisa ditentukan.

“Waktu terus berlalu, namun kondisi belum menunjukkan perubahan ke arah lebih baik, sementara bibit tanaman buah yang merupakan bantuan dari Kantor BP2DASLH Agam Kuantan telah tumbuh semakin besar, sehingga media tanam tidak lagi mencukupi untuk pertumbuhannya. Hal ini mendorong SDN 07 Belakang Balok untuk kembali melanjutkan program “Kecil Menanam, Besar Memanen”. Tentu saja dengan tetap mempertimbangkan serta menyesuaikan keadaan dan kondisi yang ada,” paparnya.

Sementara itu Lurah Belakang Balok, Taufik Adi Putra berpesan, agar kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti dan diawasi dengan sebaik-baiknya supaya terus berkelanjutan. “Apa yang  ditanam saat ini, semoga bisa dipelihara, dijaga dan dirawat siswa di rumah, sehingga tujuan utama program ini dapat tercapai dengan baik,” harapnya.

“Harapan terbesar SD Negeri 07 Belakang Balok dengan program ini adalah tumbuhnya kesadaran seluruh warga sekolah akan arti pentingnya pohon bagi kehidupan. Dari kesadaran ini, diharapkan muncul sikap atau tindakan ingin menanam, memelihara dan menjaga pohon yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga dengan demikian, akan terwujud lingkungan asri yang hijau dan sehat demi kelangsungan hidup dan kehidupan di bumi ini. Semoga program ini bisa memberi alternatif yang inspiratif bagi penyelenggaraan pendidikan lingkungan hidup, di tengah kondisi lingkungan yang semakin tidak kondusif ini,” harapnya. (eds)