19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Apalagi yang Perlu dilakukan?

SUDAH berbulan-bulan lamanya hidup ini tidak tenang. Penyebabnya, virus corona selalu menghantui. Kota Padang dan beberapa daerah lainnya di Sumbar sudah masuk kategori zona merah. Ekonomi kerakyatan melorot. Kemiskinan semakin mendera.

Sudah beragam usaha dilakukan, namun aksi corona tak kunjung teredam. Bahkan Pemprov bersama DPRD Sumbar sudah melahirkan produk hukum daerah berupa Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk menahan gempuran virus itu.

Apalagi yang perlu dilakukanuntuk melandaikan corona?Seakan negeri ini sedang dilanda kehabisan akal. Kenapa tidak?Beragam ‘pituah’ sudah dicoba. Bermasker, cuci tangan, hingga jaga jarak. Petugas pun sudah memberi sanksi pada warga yang tak patuh protokol kesehatan.

Disaat suasana masih begini-begini saja, masyarakat, pakar, para ahli, dan pemangku kebijakan pantas kiranya melakukan evaluasi. Perlukah disiplin warga lebih dimaksimalkan?Kalaumemang demikian, rutinitas selama ini mungkin perlu diubah. Hindari kerumunan. Keramaian pasar pantas dikurangi. Beragam kegiatan tak sesuai protokol kesehatanjangan dibuat juga.

Sudah berbulan-bulan pelajar dan guru, mahasiswa dan dosen tak bertemu muka. Bagaimana mengembangkan ilmu tanpa ada penjelasan di papan tulis? Pasti tak luwes. Kalau ada yang memuji sistem pendidikan jarak jauh era corona ini positif, apa kualitas yang memuji tersebut. Siapa dia?

Corona bermula dari Wuhan, Tiongkok. Sungguh mencengangkan dan mengkhawatirkan dunia. Kita tentu pernah sama-sama menyaksikan lewat televisi atau media sosial warga Wuhan terkapar, saling berjatuhan ramai-ramai. Apakah mereka benar-benar korban corona?Apakah memang demikian?Beragam saling dan silang pendapat muncul ke permukaan.

Kini, Wuhan atau Tiongkok kesibukannya sudah beralih. Memproduksi vaksin corona sebanyak-banyaknya dan diekspor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Hingga kini belum ada obat mujarab coronawalau vaksinnya memang sudah mulai menampakkan titik terang. Syukur alhamdulillah warga terserang sudah sangat banyak yang sembuh. Itulah kekuasaan Allah, tanpa obat khusus, sudah banyak penduduk dunia yang sehat.

Terlalu banyak sebenarnya kisah dari corona ini. Mulai dari menakutkan, menyedihkan, sampai yang lucu-lucu, aneh, dan kurang dimengerti, semuanya kita maklumi saja. Bahkan di era corona inilah ada jenazah yang diperebutkan, dikuburkan tanpa pelayat, dan terlalu banyak kisah lainnya, termasuk yang kurang diterima akal sehat. Corona adalah makhluk ajaib yang membuat pilu. Dampaknya luar biasa! *