19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ketua DPRD Sumbar Supardi Ingatkan Realisasi RPJMD yang Belum Tercapai

PADANG, KP-Ketua DPRD Sumbar Supardi berharaptarget Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang belum tercapai, bisa direalisaikan pada tahun berikutnya. Sebab, sampai akhir tahun 2019 lalu masih banyak target RPJMD yang belum tercapai. Diperkirakansampai akhir tahun 2021 belum semua target tersebut bisa terpenuhi.

“DPRD melihat kondisi itu disebabkan oleh pemerintah daerahyang tidak konsisten menggunakan dokumen perencanaan daerah dalam peyusunan program, kegiatan, dan distribusi alokasi anggaran. Cukup banyak alokasi anggaran yang dimasukkan ke dalam APBD yag tidak sejalan dengan target kinerja RPJMD,”terang Supardi, Kamis (15/10).

Dia menambahkan, mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri Nnomor 64 tahun 2020 tentang penyusunan APBD tahun 2021, maka arah kebijakan yang ditampung di dalam KUA PPAS juga akan berkaitan dengan hal tersebut. Pertama adalah penanganan covid-19 terutama untuk aspek kesehatan dan dampak ekonomi. Berikutnya pemenuhan target kinerja RPJMD sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

Supardi juga mengungkapkandari proyeksi pendapatan daerah, program kegiatan yang diusulkan pada RKUA PPAS tahun 2021 terlihat kurang inovatif. Pemerintah daerah dinilainya tidak kreatif dalam menggali ide, gagasan, serta metode yang dapat mendongkrak pendapatan daerah.

Dari tahapan pembahasan mengenai pendapatan daerah yang dilakukan Banggar DPRD bersama TAPD, terdapat penambahan pendapatan yang bersumber dari PAD sebesar Rp120 miliar, pendapatan transfer Rp409,5 miliar lebih, serta penerimaan pembiayaan sebesar Rp20 miliar. Tambahan tersebut disepakati untuk pemenuhan program dan kegiatan yang sejalan dengan arah kebijakan yang disepakati.

Dengan adanya penambahan pendapatan daerah tersebut, kata Supardi, postur anggaran yang ditampung dalam KUA PPAS tahun 2021 terdiri dari pendapatan daerah sekitar Rp6,474 triliun, serta belanja daerah sekitar Rp6,674 triliun. Kemudian, penerimaan pembiayaan sekitar Rp220 miliar serta pengeluaran pembiayaan sekitar Rp20 miliar.

Pasca-ditetapkannya KUA PPAS tahun 2021, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerangkanakan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan RAPBD. Terkait saran dan masukan dari DPRD, gubernur menyatakan hal i8tu akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan program kegiatan.

“Untuk tahun 2021 mendatang, kita masih akan fokus kepada penanganan Covid-19 baik kesehatan maupun penanganan dampak ekonomi,” kata gubernur.

Agar penanganan covid-19 tidak berlarut-larut, dia meminta semua pihak termasuk masyarakat untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan. Terlebih, Sumbar juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diharapkan efektif untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 melalui peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Kalau penanganan covid-19 tidak maksimal, masyarakat tidak patuh protokol kesehatan, maka pandemi akan terus berlanjut sehingga anggaran daerah masih akan tersedot untuk itu dan program pemulihan ekonomi serta peningkatan pembangunan daerah tidak akan berjalan efektif,” kata gubernur. (adv)