9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemerintah Terima 1 Juta CPNS Tahun Depan

JAKARTA, KP – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan kuota 1 juta. Pembukaan akan dilakukan pada tahun 2021.

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menyebut beberapa formasi CPNS yang akan dibuka seperti perawat, bidan, dokter umum, dokter spesialis, penyuluh pertanian, penyuluh perairan, dan sebagainya.

“Penerimaan CPNS 2021, satu juta dulu. Kita akan menambah perawat, bidan dan dokter umum, penyuluh pertanian dan perairan. Ini penting, sebab terkait masalah kesehatan di masa dan pasca-pandemi covid-19,” kata Tjahjo Kumolo, kemarin.

19.732 Formasi CPNS 2019 Terancam Kosong

Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memiliki data belasan ribu formasi jabatan untuk CPNS 2019 yang terancam kosong. Kekosongan ini disebabkan karena tidak adanya peserta yang melamar dan tidak terpenuhinya nilai ambang batas atau passing grade di suatu instansi pemerintah.

“Jadi setelah kita running datanya, jumlah formasi kosong akibat passing grade tidak memenuhi dan kosong sejak pendaftaran ada sebanyak 19.732 formasi. Dari jumlah tersebut formasi yang sudah tidak ada pelamarnya sebanyak 5.866 formasi,” kata Deputi bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen saat Media Briefing, Kamis (15/10).

Deputi bidang Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto menambahkan pemerintah akan melakukan langkah optimalisasi untuk mengisi kekosongan formasi tersebut. Optimalisasi itu dilakukan dengan mengisi kekosongan dari pelamar yang sudah ada dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Apabila ada formasi yang kosong maka dapat diisi oleh peserta yang melamar pada jenis formasi lainnya dengan jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan lokasi formasi yang sama. Selain itu nilai peserta tersebut juga harus memenuhi passing grade SKD formasi umum dan berperingkat terbaik,” jelasnya.

Aris menambahkan ada ketentuan lain yang diberlakukan di instansi daerah yakni jika ada formasi yang tidak dapat dipenuhi dari pergeseran formasi di unit kerja yang sama, maka bisa diisi dari pelamar unit lain. Namun tetap harus pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang sama. Lalu juga harus memenuhi ambang batas SKD untuk formasi umum dan tentu saja harus memenuhi ambang SKD formasi umum dan berperingkat terbaik.

“Ilustrasinya begini. Misalnya ada formasi 10 guru SD di satu kabupaten untuk 10 SD. Kemudian yang terisi hanya 7 maka yang 3 dapat diisi dari pelamar guru SD di kabupaten yang sama tersebut. Untuk sama-sama pelamar guru SD. Dan itu semua peserta yang ikut SKB untuk guru SD akan dirangking,kemudian diambil peringkat tiga terbaik karena yang kosong tiga. Ini kepentingan pemenuhan formasi yang memang didasarkan pada kebutuhan,” paparnya.

Hasil Seleksi CPNS 2019 Diumumkan 30 Oktober

BKN juga menginformasikan bahwa hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun formasi 2019 direncanakan akan diumumkan pada 30 Oktober 2020. Sebelum tanggal tersebut, BKN bakal melakukan sejumlah tahap untuk menentukan hasil akhir.

Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto mengatakan, pasca pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS rampung pada 12 Oktober lalu, tim pengolah hasil dari BKN segera mengumpulkan hasil pengolahan dan pra pengolahan tes untuk keseluruhan instansi.

“Di sisi lain, masing-masing instansi juga melakukan perhitungan dan verifikasi hasil SKD sekaligus mengintegrasikan dengan SKB. Mereka melakukan perhitungan sendiri-sendiri, dan mereka juga melakukan verifikasi ulang terkait dengan data-data dan dokumen yang berkaitan dengan SKB,” ujarnya dalam sesi teleconference, Kamis (15/10).

Selanjutnya, BKN akan melakukan rekonsiliasi hasil untuk persiapan integrasi SKD/SKB pada 19-23 Oktober mendatang. Rekonsiliasi ini dilakukan untuk memperoleh hasil data yang valid antara masing-masiny instansi dan BKN.

“Ini untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Pada saat rekonsiliasi hasil ini, diharapkan semua permasalahan yang masih muncul dalam pelaksanaan CPNS bisa diselesaikan,” ungkap dia.

Aris pun menyarankan kepada masing-masing instansi agar bisa menyelesaikan seluruh hasil rekapitulasi data sebelum BKN melakukan tahap rekonsiliasi hasil SKD dan SKB pada 19 Oktober nanti.

“Atau jika instansi belum bisa menyelesaikan, diharapkan setelah atau pada saat rekon data hasil integrasi SKD/SKB ini, permasalahan itu bisa didiskusikan dan dicari solusinya, sehingga permasalahan itu bisa selesai pada berakhirnya rapat rekonsiliasi data ini,” imbuhnya.

Setelah semua datanya sudah fix dan tidak dipermasalahkan, tim pengolahan BKN akan melakukan proses hasil akhir. Hasil final pengumuman CPNS 2019 akan disampaikan kepada tiap instansi di 26-28 Oktober.

“Dan diharapkan pada tanggal 30 Oktober sudah dapat dilakukan pengumuman hasil seleksi CPNS 2019. Ini target yang kita kejar untuk pelaksanaan ataupun penyelesaian hasil seleksi CPNS 2019,” kata Aris. (mdc)