20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Terisolir, Nagari Sungai Abu Butuh Sentuhan Pemerintah

SOLOK, KP – Selain Nagari Garabak Data di Tigo Lurah, Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, termasuk salah satu nagari terisolir di Kabupaten Solok. Nagari itu terletak di sebelah selatan Kabupaten Solok yang juga berbatas langsung dengan Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Sebelah utara berbatas dengan Sariak Alahan Tigo dan sebelah barat dengan Nagari Surian.

Menurut tokoh masyarakat dan juga mantan Walinagari Sungai Abu Fitri Oktavia, hingga saat ini nagarinya masih termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Solok. Untuk itu ia sangat berharap Pemkab Solok lebih memperhatikan daerahnya. “Yang terpenting harus ada jalan bagus dari Talang Babungo menuju Sariak Alahan Tigo, terus ke Sungai Abu. Tetapi kalau nagari kami mau terbuka ke dunia luar, pemerintah harus membuka jalan dari Surian ke Sungai Abu, ” sebutnya, Kamis (15/10).

Dikatakannya, nagari yang berpenduduk sekitar 3000 jiwa itu terdiri dari 5 Jorong. Kelima jorong tersebut adalah Jorong Sungai Batarak, Balai Garabak, Sungai Kaluang, Panasahan dan Lubuk Muaro. “Rencananya tahun ini akan ada pembangunan jalan ke Sungai Abu dari Jorong Rimbo Tae ke pusat Nagari Sungai Abu dengan dana APBN. Tapi jadi atau tidak dan berapa dananya saya juga tidak tau, ” tambahnya. 

Namun pihaknya tidak menuntut banyak ke pemerintah daerah. Selain jalan yang layak, juga kalau bisa di Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo ada tower seluler untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar. “Selain jalan, masyarakat sangat mengharapkan adanya tower seluler di daerah Sungai Abu dan juga Sariak Alahan Tigo, agar kami bisa berkomunikasi dengan keluarga yang tinggal di nagari luar dan masyarakat kami yang ada di rantau,” terangnya. 

Dia juga menambahkan, mayoritas warga Sungai Abu bekerja di sektor pertanian, yakni di kebun dan di sawah. Penghasilan utamanya adalah karet, coklat, kulit manis, padi dan juga holtikultura lainnya. “Semoga Bupati terpilih nantinya bisa membawa perubahan dan warga kami bisa terbebas dari ketertinggalan dan bisa sejajar dengan nagari lain,” harapnya.

Terpisah, Bupati Solok H. Gusmal mengaku sangat memahami keadaan tersebut. “Daerah kita memang banyak yang masih tertinggal, namun kita juga menyadari APBD kita sangat terbatas,” sebutnya. (wan)