18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Tim Provinsi Lakukan Sosialisasi Perda AKB di Limapuh Kota

LIMAPULUH KOTA, KP – Dalam rangka mencegah penyebaran dan pengendalian covid-19, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam hal ini Asisten III Setprov Sumbar Nasir Ahmadmewakili gubernur melakukan Sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (14/10).

Turut hadir Kadisops Lanud Sutan Sjahrir Letkol Lek Asmadjijanto dan Tim Sosialisasi Provinsi Sumbar, Bupati Limapuluh KotaIrfendi Arbi beserta rombongan dari forkopimda.

Asisten III Nasir Ahmadmengatakan salah satu tindakan pencegahan dan pengendalian covid-19 yang dilakukan Pemprov Sumbar yaitu dengan menetapkan Perda Nomor 6 tahun 2020 yang bersifat mandatory dimana berlakudan dapat diikuti oleh kabupaten/kota dilingkup Provinsi Sumbar.

“Dengan perda yang sudah ditetapkan ini, mari bersama-sama melaksanakan sosialisasi secara bertingkat, dimulai dari tingkat jorong, nagari,desa, kelurahan, dan kecamatan supaya ini bisa dipahami oleh masyarakatdan betul-betul berkomitmen melakukan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker, menjaga jarak, dan memcuci tangan,” ungkap Nasir Ahmad.

Dikatakannya, bagi yang melanggar perda itu akan dikenakan sanksi administratif maupun pidana guna menimbulkan efek jera. Sehingga masyarakat diharapkan lebih mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan maksud dan tujuan perda yaitu untuk menekan dan mengendalikan penyebaran virus corona.

“Bagi yang kedapatan melanggar akan dipublikasikan sebagai pembuktian kepada masyarakat bahwa perda ini benar-benar konsisten. Hal ini untuk keselamatan dan kepentingan diri sendiri, keluarga, dan seluruh msyarakat,” ungkap Nasir Ahmad.

Sementra, Bupati Limapuluh KotaIrfendi Arbi mengatakan sejak Bulan Maret seluruh masyarakat sudah berupaya memutus rantai penyebaran covid-19. “Bahkan seluruh daerah pasti telah mempunyai kampung tangguh, maupun desa tangguh, jorong tagguh, semua elemen terlibat. Alhamdulilah pada waktu itu di Limapuluh Kota positif covid-19 hanya 15 orang. Tidak banyak yang terinfeksi berkat kerjasama semua pihak termasuk forkopimda yang bekerja siang malam,” kata Irfendi.

Namun tanpa diduga, lanjutnya, pada akhir Agustus dan September terjadi ledakan kasus hingga mencapai angka 100 positif covid-19. untuk itu, dia mengajak semua unsur untuk waspada. Dengan hadirnya Perda AKB, ia berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif.

“Kita akan membentuk tim sehingga perda ini nanti akan disosialisasikan ke camat, nagari, dan tokoh masyarakat. Kami atas nama Pemkab Limapuluh Kmengucapkan terimakasih kepada tim sosialisi provinsi yang telah melakukan sosialisasi Perda AKB tersebut. “Kami berharap masyarkat patuhi protokol kesehatan agar mata rantai covid-19 dapat diputus,” pungkasnya. (adv)