Berkat Program Ikan Larangan, Sungai di Alai Parak Kopi Jadi Bersih

PADANG, KP – Wajah bantaran sungai sepanjang Jalan Teuku Umar Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, saat ini sangat jauh berubah.Kalau dulu kawasan ini dikenal dengan bantaran kali dengan warna hitam pekat, beraroma menyengat serta dipenuhi sampah. Ketika musim hujan air dan lumpur hitam tersebut menggenangi rumah warga sekitar.

Saat ini hal tersebut hampir tidak terlihat lagi. Air mengalir lancar tanpa ada sampah-sampah berserakan dan mengambang. Warna air pun sudah mulai jernih sehingga kita dapat melihat ratusan ikan di dalamnya.

Hal ini berkat upaya pemerintah Kelurahan Alai Parak Kopi yang melakukan normalisasi bantaran kali tersebut. Upaya tersebut sudah mulai dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur serta pembersihan sampah.

“Sekitar bulan Juli, melalui program manunggal TNI bekerja sama dengan BWS V, kita melakukan normalisasi terhadap bantaran kali dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur serta pengangkatan sampah,” ujar Lurah Alai Parak Kopi Agustinus, kemarin.

Upaya itu dilanjutkan dengan menebar ribuan bibit ikan seperti nila dan gurami. Bibit ikan yang disebar tersebut selanjutnya akan diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat.

Menurutnya, program ini biasa disebut Ikan Larangan, di mana ikan-ikan yang ada di sepanjang bantaran kali tersebut tidak boleh dipancing maupun ditangkap oleh siapapun. Nantinya ikan-ikan tersebut akan dipanen bersama oleh masyarakat dan hasilnya dapat dipergunakan untuk kepentingan bersama seperti pembangunan sarana dan prasarana.

“Kita berikan tanggung jawab pengelolaan kepada pemuda masing-masing wilayah. Disini mereka tidak hanya bertugas menjaga dan memberi makan ikan-ikan tersebut, tapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai. Karena jika sungai kotor dan penuh sampah tentu ikan-ikan tersebut akan mati,” lanjutnya.

Jadi menurut lurah, dengan upaya ini dapat mengedukasi dan melibatkan masyarakat secara aktif untuk tidak lagi menjadikan kali/sungai sebagai tempat pembuangan sampah.Selain melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai/kali, para pemuda juga memasang plang imbauan serupa di sepanjang bantaran kali.

Beberapa lahan kosong di sepanjang bantaran kali yang selama ini penuh sampah juga telah berubah menjadi lahan produktif dengan penanaman ubi kayu, pisang serta tanaman obat.

Ia mengapresiasi kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih.

“Melalui program Ikan Larangan, ada tiga target yang dapat kita capai, yakni menjaga kebersihan lingkungan, mendukung program ketahanan pangan yang digalakkan Pemerintah Kota Padang serta gerakan gemar makan ikan,” pungkasnya. (ip)

Next Post

Potensi Pemilih Milenial di Pilkada 2020 Capai 40 Persen

Jum Okt 16 , 2020
PADANG, KP – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa mengajak generasi milenial di Sumatera Barat khususnya Kota Padang untuk mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Pasalnya, jumlah pemilih dari kaum milenial saat ini mencapai angka 40 persen.Jumlah yang […]