20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kesbangpol Gelar Sosialisasi UU Pilkada Bagi Ormas dan ASN

LIMAPULUH KOTA, KP- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Limapuluh Kota menggelar sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar dan Bupati – Wakil Bupati Limapuluh Kota tahun 2020 bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se-Kabupaten Limapuluh Kota.

Kegiatan yang digelar selama dua hari (14-15/10) itu berlangsung di aula pertemuan salah satu hotel di kawasan Kaniang Bukik Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.

Komisioner KPU Kabupaten Limapuluh Kota Divisi Hukum dan Pengawasan, Amfreizer menyebutkan, pada Pilkada tahun 2020 ini terdapat 4 pasangan calon (paslon) yang mendaftar. Tiga paslon dari partai politik dan satu paslon dari jalur perseorangan.

Saat ini KPU tengah melakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dia menyebutkan pihaknya juga terus menjamin hak pilih warga yang sudah berhak untuk memilih.

Mantan Kontributor salah satu TV Swasta itu juga menyebutkan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, karena ada dua orang warga binaan di Lapas Suliki yang tidak mempunyai identitas sama sekali.

“Ada dua orang warga di Lapas Suliki yang tidak memiliki identitas sama sekali. Saat ini kita terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, Capil dan Lapas terkait hal ini,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan peserta sosialisasi untuk menginformasikan kepada banyak pihak untuk tidak melakukan money politik, baik sebagai penerima maupun sebagai pemberi dalam Pilkada ini, sebab keduanya bisa diancam pidana kurungan selama 36 bulan dan denda Rp200 juta.

Di tempat yang sama Kepala Kesbangpol Provinsi Sumbar diwakili Kabid Politik Dalam Negri, Syahlaludin menyebutkan, Pilkada merupakan momentum untuk memilih pemimpin, untuk itu semua pihak harus ikut menyukseskannya. Pilkada juga mempunyai efek jika tidak dijalankan dengan baik.

“Pilkada adalah momentum untuk memilih pemimpin sekali dalam 5 tahun, untuk itu harus dijalankan dengan baik, jika tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari,” ucapnya.

Sementara Kepala Kesbangpol Kabupaten Limapuluh Kota, Herman Azmar melalui Kabid Poldagri, M. Ali Firdaus menyebutkan sosialisasi yang digelar pihaknya selama dua hari itu adalah kegiatan tahap dua, sebelumnya kegiatan serupa juga digelar di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dengan peserta Walinagari dan Jorong.

Ia menambahkan, sosialisasi digelar untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait netralitas dalam Pilkada tahun 2020 dan dari ormas.