19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

PJS BUPATI AGAM BENNI WARLIS: Perda AKB Dibuat Agar Masyarakat Waspada Terhadap Penularan Covid-19

LUBUKBASUNG, KP – Pjs Bupati Agam Benni Warlis, menjadi khatib Jumat di Masjid Raya Nagari Palembayan, Kecamatan Palembayan, Jumat (16/10). Momen itu sekaligus diambil untuk mensosialisasikan Perda Provinsi Sumatra Barat nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Menurut Benni, saat ini manusia sedang diuji dengan Covid-19, bahkan banyak terjadi perdebatan di lapangan terkait ada tidaknya Covid-19 tersebut. “Padahal sudah banyak saudara kita yang terpapar virus ini, di Agam saja telah mencapai 858 kasus,” ujarnya.

Dengan begitu kata dia, tidak perlu ada perdebatan, tapi bagaimana sebagai manusia tetap berdoa dan bertawakal terhadap segala yang menimpa. “Tapi kita juga dianjurkan tetap berusaha agar terhindar dari Covid-19 ini,” imbuhnya.

Dikatakannya, Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan kota tengah berupaya memutus mata rantai Covid-19, serta memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi, seperti menerapkan protokol kesehatan. Di samping itu upaya lain yang dilakukan pemerintah yakni membuat sebuah produk hukum untuk mengedukasi masyarakat agar patuh dan waspada terhadap penularan Covid-19, supaya mata rantai virus tersebut dapat diputus. Di mana aturan yang dimuat dalam Perda Provinsi Sumatra Barat nomot 6 tahun 2020 tentang (AKB) itu ada sanksi bagi pelanggarnya.

Namun kata dia, bukan itu maksud dan tujuan dibuatnya sebuah produk hukum, melainkan bagaimana masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan, agar terhindar dari Covid-19 dan bisa dengan cepat memutus mata rantai Covid-19 tersebut.

Dalam khutbah singkatnya itu, Pjs Bupati Agam juga menyampaikan ajakan agar masyarakat tetap menjaga keharmonisan dalam Pilkada serentak 2020, baik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, maupun Bupati dan Wakil Bupati. “Sekarang sudah masuk masa kampanye Pilkada 2020, bahkan bisa berpotensi terjadinya konflik akibat adanya perbedaan pandangan dan pilihan, sehingga dapat mengganggu keamanan dan kelancaran Pilkada tersebut,” sebutnya.

Menurutnya, Pilkada adalah ajang mencari pemimpin terbaik untuk Sumbar dan Agam, maka ia mengimbau masyarakat agar bijaksana dalam memilih calon pemimpin, sehingga nantinya dapat pemimpin yang adil, jujur, bertanggung jawab dan sabar. (rzk)