Selamatkan Padang

KOTA Padang sudah masuk zona merah dalam hal penyebaran virus corona. Ini jelas memprihatinkan. Yang dibutuhkan sekarang adalah aksi nyata. Bukan lagi perdebatan yang melelahkan. Tapi, lebih dari itu, apa solusi untuk keluar dari zona merah?

Boleh jadi, warga Padang kecewa. Tapi tak cukup meratapi nasib saja. Gerak cepat meski dilakukan untuk mengatasi derita yang tengah mendera.

Tak perlu mencari kambing hitam pula. Cari saja solusi kilat. Semua fasilitas ada di Padang. Semua pejabat penting bermukim dan berkantor di Padang. Jika semuanya bergerak, Insya Allah corona akan melandai cepat.

Jangan melihat Padang sebagai kota utama di Sumbar. Tapi, lihatlah Padang yang sedang menangis kesakitan. Warganya makin banyak yang dinyatakan terpapar corona. Data per Jumat (16/10) yang dilansir Satgas Covid-19, sebanyak 330 orang warga Kota Padang positif terinfeksi virus corona.

Kita semua harus berusaha maksimalmelawan corona itu. Tak ada yang perlu ditunggu-tunggu. Semua yang diharapkan dan dibutuhkan ada di Padang. Manfaatkan semua fasilitas yang ada untuk menghalau corona. Boleh jadi, corona di Padang seakan terabaikan akhir-akhir ini. Sehingga makhluk aneh itu makin berlantas angan.

Sudah saatnya gerakan darurat yang tegas dan terukur dilaksanakan di kota ini. Disiplin bermasker diperketat sampai ke pelosok. Semua yang membandel dikenakan sanksi maksimal. Kawasan yang diduga jadi klaster guyur habis-habisan dengan disinfektan. Kalau perlu lakukan pembatasan mikro seperti yang dikatakan Presiden Jokowi.

Padang wajib memperlihatkan jati dirinya yang maksimal berjibaku melawan corona. Tak usah lagi melakukan aksi berbasa- basi. Kita sudah payah, corona cengar-cengir juga sambil tertawa. Begitu lemahkita terlihat melawan makhluk tersebut.

Apakah kita cukup menerima kehidupan yang memprihatinkan ini? Keterlaluan rasanya. Upaya melawan virus yang belum ada obatnya itu perlu ditingkatkan, digencarkan, dan dimasifkan. Jangan sampai ada pula yang mengangkat bendera putihtanda menyerah. Menyelamatkan Padang, sekaligus menyayangi Sumbar. Ayo, habisi corona. Kita tidak akan menyerah! *

Next Post

Tanah Terlantar Bakal Diambil Negara

Jum Okt 16 , 2020
JAKARTA, KP – Pemerintah akan membentuk bank tanah sesuai dengan mandat Undang-Undang Cipta Kerja. Nantinya bank tanah ini akan mengambil alih tanah-tanah masyarakat yang terlantar. Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakanada beberapa kategori tanah terlantar yang nantinya bisa diambil alih oleh pemerintah. […]