14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Asrama Haji Padang Siap Tampung Pasien Covid-19 Ringan

PADANG, KP – Untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif covid-19 yang harus menjalani perawatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan sejumlah fasilitas pemerintah sebagai sarana isolasi dan karantina. Salah satunya adalah Asrama Haji di Tabing.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno langsung turun ke melihat langsung kondisi Asrama Haji yang akan dijadikan ruang isolasi/karantina positif covid-19, Sabtu (17/10).Asrama Haji itu mampu menampung 600 tempat tidur, namun yang siap dan tersedia saat ini sebanyak 276 unit tempat tidur untuk menampung pasien covid-19 ringan.
“Kasus positif covid-19 di Sumbar terus menunjukkan grafik naik setiap hari. Jadi harus ada tempat ruang isolasi/karantina untuk menangani positif ringan (OTG) covid-19. Kita sudah persiapkan penambahan tempat tidur di Asrama Haji ini,” kata Irwan Prayitno.
Bila diperlukan, lanjutnya, maka semua tempat tidur yang ada di Asrama Haji bisa dipakai untuk melayani pasien positif covid-19. Untuk hal ini, Pemprov Sumbar memberikan apresiasi kepada pihak Asrama Haji yang tanggap dan menyediakan diri memfasilitasi pasien covid-19.Jika tempat tidur yang tersedia saat ini terisi semua, maka akan ditambah sebanyak 100 unit tempat tidur lagi. Kapasitas tampung tempat tidur 600 unit di Asrama Haji, belum bisa dipenuhi karena beberapa bangunan yang perlu dilakukan perbaikan terlebih dulu.
“Kita akan terus berusaha mempersiapkan tempat isolasi/karantina yang terbaik bagi pasien covid-19. Asrama Haji ini sangat representatif sebagai lokasi karantina karena dilengkapi dengan sarana yang memadai, bahkan ada tempat olahraga untuk menguatkan imun tubuh,” ucap Irwan Prayitno.
Selain itu, gubernur juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan senantiasa disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19, yaitu dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.”Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Provinsi Sumbar secara efektif,” tegasnya. (ip)