21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Bawaslu Pasaman Minta Peserta Pilkada Tak Libatkan Anak-anak Berkampanye

LUBUKSIKAPING, KP – Tahapan kampanye telah berlaku resmi bagi peserta Pilkada serentak tahun 2020. Namun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman mengingatkan dan mengimbau peserta kampanye Pilkada 2020 supaya tidak melibatkan anak-anak saat berkampanye.

“Kami mengimbau semua pihak yang terlibat dalam kampanye, supaya tidak melibatkan anak-anak berkampanye secara aktif, apalagi mengeksploitasi anak saat berkampanye,” kata Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita saat dikunjungi di kantor Bawaslu, Minggu (18/10/).

Hal itu kata Rini, bukan berarti melarang peserta kampanye membawa anak-anak ke lokasi kampanye. Namun jangan melibatkan anak secara aktif, misalnya memakaikan baju kampanye pada anak-anak atau mengajarkan anak yel-yel.

“Kampanye adalah kegiatan menyampaikan visi dan misi peserta Pemilihan Serentak 2020. Dari kampanye, kita bisa tahu program-program apa saja yang akan dijalankan jika terpilih sebagai kepala daerah. Tetapi, tidak semua orang bisa ikut terlibat dalam kampanye,” jelas Rini.

Lebih lanjut Rini menjelaskan, Pejabat BUMN/BUMD, ASN, TNI/Polri, kepala desa/lurah beserta perangkatnya harus netral dalam politik. Anak-anak (di bawah usia 17 tahun) juga dilindungi undang-undang dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. “Sementara dalam Peraturan KPU 13/2020, untuk ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan anak-anak tidak boleh diikutsertakan dalam kegiatan kampanye tatap muka secara langsung,” tambahnya.

Yang paling penting tegasnya, setiap lapisan masyarakat mesti sama-sama mengawasi jalannya pesta demokrasi rakyat pada penyelenggaraan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. (nst)