9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Belum Maksimal

INSYA ALLAH, kalau protokol kesehatan benar-benar dipatuhi secara maksimal oleh warga Kota Padang tentu corona sudah melandai. Namun yang terjadi, masih banyak warga kota ini yang bandel. Misalnya saja di kawasan GOR H. Agus Salimyang luar biasa ramainya setiap Minggu pagi. Di saana masih banyak warga yang tidak memakai masker dan tidak jaga jarak. Memprihatinkan.

Meski ada tim razia yang terdiri dari berbagai lembaga pemerintahan dan berhasil menjaring beberapa pengunjung,namun jumlah yang terjaring tak sebanding dengan mereka yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Bayangkan saja, pengunjung GOR pada Minggu pagi jumlahnya luar biasa. Diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu orang. Sementara tim razia hanya menjaring sekitar belasan hingga puluhan orang saja. Sama sekali tak sebanding.

Kondisi ini tak hanya di GOR Agus Salim saja. Masih banyak lagi kawasan yang ramai warga tanpa masker. Kalau begini terus, kita boleh saja pesimis bahwa entah kapan virus corona akan hilang dari Kota Padang. Padahal, Padang adalah salah satu mata rantai utama lokasi pemutusan corona di Sumbar. Kalau tak ada perubahan perilaku, maka jangan harap corona akan melandai.

Apa yang penulis kemukakan dalam catatan ini merupakan hasil pandangan mata penulis langsung. Tulisan ini anggaplah sebagai bukti sayangnya kita pada Kota Padang yang sekarang masuk kategori ‘zona merah’. Namun, tak perlukita berpolemik. Yang penting strategi jitu harus dimunculkan untuk menghabisi corona dari kota tercinta ini.

Memang, tak ada yang menyangka corona semakin menggila di kota ini. Kitapun prihatin korban terus berjatuhan. Luar biasa ujian Allah pada warga kota tercinta ini. *