14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

MOU DENGAN PWI, Bawaslu Pariaman Libatkan Media Lakukan Pengawasan Partisipatif

PARIAMAN, KP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman lakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan awak media terkait pengawasan partisipatif, yang ditindaklanjuti dengan MoU bersama PWI terkait Pilkada 2020, Sabtu sore (17/10).

Ketua Bawaslu Pariaman, Riswan didampingi Sekretaris Riki Falentino mengatakan, Rakor bersama wartawan di daerah itu bertujuan sebagai upaya dalam penyebaran informasi dan publikasi setiap kegiatan pengawasan yang dilakukan Bawaslu. “Media sebagai partner merupakan wadah penyampai berita ke tengah masyarakat. Selain itu para rekan wartawan dapat juga membuat kesejukan di tengah suasana Pilkada yang sedang berlangsung dengan meluruskan informasi yang sering muncul di Media Sosial,” ulasnya.

Pada saat ini diakuinya, dalam suasana melaksanakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, Bawaslu memang memiliki keterbatasan untuk melakukan sosialisasi secara langsung. “Salah satu cara yang akan kita tempuh adalah mengajak awak media berperan aktif dalam penyebarluasan informasi terkait setiap kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu,” ujarnya.

Lanjutnya, Karena peran media dalam hal ini sangat penting, ia juga berharap dengan adanya Mou antara organisasi PWI Pariaman dan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Pariaman, media lebih intens lagi melakukan publikasi. “Apalagi sekarang ini indeks kerawanan di Pilkada itu dari hasil pantauan pusat berasal dari media sosial. Dan kondisi riil di lapangan apakah info dari medsos itu benar atau tidaknya belum bisa dipastikan,” sambungnya.

Lebih lanjut kata dia, untuk mencari kebenarannya itu tentu media yang diharapkan untuk meluruskannya ke tengah-tengah masyarakat. “Maka dengan adanya MoU tadi, kita bermaksud mendorong PWI supaya media yang ada di jajarannya berperan lebih aktif lagi,” tuturnya.

Terkait Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) khususnya di Kota Pariaman, Riswan menyampaikan, pada dasarnya karena daerah itu juga melaksanakan Pilkada Gubernur Sumbar. “Maka jika diakumulasikan, Pariaman terbawa juga. Walaupun secara indikator daerah kita ini tidak terlalu besar kontribusinya,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Data Pusat, IKP di Sumbar berada di peringkat II Nasional dalam Pilkada tahun ini dengan tingkat kerawanan 87,52 persen. Sedangkan untuk kontestasinya berada di perigkat I, tingkat kontestasi 93,59 persen dari 13 kota dan kabupaten yang melaksanakan Pilkada.

Terpisah, Ketua PWI Pariaman Ahmad Damanhuri saat diwawancarai usai penandatangan MoU, menyampaikan apresiasinya kepada Bawaslu atas komitmennya yang melibatkan pers dalam melakukan pengawasan terhadap Pilkada Sumbar yang berlangsung di tengah Pandemi Covid-19. “Semoga pelaksanaan Pilkada ini betul-betul sesuai, terlaksana sesuai Azas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. Jangan ada lagi yang mengadu domba kita, karena ini adalah persoalan pilihan hati nurani,” tegasnya.

Untuk itu ia berharap kepada rekan media agar mengawal demokrasi tersebut dengan baik. “Artinya mari kita beri pencerdasan pada masyarakat melalui berita yang kita tayangkan. Sehingga pemilih dapat memberikan pilihannya kepada calon baik dari yang terbaik,” ulasnya.

Selain itu MoU tersebut sambung Ketua PWI, akan ditindaklanjuti di lapangan dengan melibatkan awak media sebagai pengawas partisipatif. (war)