21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ketok Palu APBD Pessel 2021 Ditargetkan Akhir November

PAINAN, KP – Agar pelaksanaan pembangunan yang sudah direncanakan tahun 2021 bisa efektif di mulai dari awal tahun, maka pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) menjadi APBD diupayakan paling lambat 30 November 2020.

Pjs Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Mardi di Painan, baru-baru ini menjelaskan, saat ini Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pessel tengah melakukan pembahasan agar target yang di pasang tercapai.

“Upaya itu dilakukan agar target ketok palu APBD tahun 2021 bisa dilakukan dengan target paling lambat 30 November 2020. Sebab kita menginginkan program tahun 2021 nanti efektif bisa dimulai sejak Januari, walau saat ini jabatan bupati dipegang oleh Pjs,” katanya.

Dia juga menjelaskan, sebagai Pjs Bupati Pessel, target yang ingin dicapai tidak saja bisa mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

“Tapi juga mensukseskan pembahasan APBD tahun 2021 sesuai dengan target ketok palu yang direncanakan itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan RKPD Pessel 2021, ada lima prioritas pembangunan pada tahun 2021 nanti. Diantaranya, penguatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik, penumbuhan sumber daya manusia unggul dan tanggap bencana, pemulihan ekonomi untuk pengurangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur mendukung upaya pemulihan perekonomian, pariwisata dan peningkatan SDM, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing sektor unggulan.

Menurut Pjs Bupati Mardi, pemanfaatan APBD 2021 dimaksudkan untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakatsecara lebih merata dan mampu mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Dikatakan lagi, proyeksi ekonomi makro Pessel tahun 2021 terdiri dari, perekonomian daerah direncanakan tumbuh sebesar 4,13 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan dapat meningkat menjadi 70,75, tingkat pengangguran terbuka diprediksi sebesar 8,47 persen, tingkat kemiskinan diperkirakan sebesar 7,62 persen, kinerja baik Rasio Gini ditargetkan terus dipertahankan dan bahkan semakin membaik pada angka 0,248 persen.

Sementara, rencana pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp.1.263.465.571.025 (yang terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD)sebesar Rp 153.292.688.227, dana transfer tahun 2021 baru dapat diproyeksikan adalah sebesar Rp 956.277.797.969, serta lain-Lain pendapatan daerah yang sah. Sedangkan kebijakan belanja daerah direncanakan sebesar Rp 1.251.465.571.025.

“Terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 851.915.870.127, serta belanja modal tahun 2021 direncanakan sebesar Rp 305.765.587.157 pula,” tutupnya. (mas)