Mentawai Diguncang Gempa Beruntun

PADANG, KP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut telah terjadi sembilan kali aktivitas gempa bumi dengan magnitudo di atas 5 Skala Richter (SR) di kawasan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal itu diamati berdasarkan hasil monitoring kegempaandari tanggal 10 hingga 19 Oktober 2020.

Bahkan, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, pada Senin (19/10) tiga gempa bumi mengguncang ‘Tanah Sikerei’, dua diantaranya terjadi pada siangyang hanya berjarak 16 menit. Sejauh ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban jiwa yang timbul.

Gempa itu dirasa cukup kuat di daerah Sikakap dan Tua Pejat Mentawai. Selain itu, sebagian warga Padang dan Painan (Pessel) dan Muko-Muko Bengkulujuga merasakan lindu ini.

Rilis yang disebar BMKG, pagi buta, sekira pukul 05.48.51 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,34 LS dan 100,26 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 km arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat pada kedalaman 21 km.

Lalu dalam waktu 16 menit di kala siang, 2 gempa tektonik dengan kekuatan masing-masing M5,8 pada pukul 14.31 WIB dan M5,7 pada pukul 14.47 WIB, mengguncang Pagai Selatan, Mentawai. Guncangannya pun dirasakan sebagian warga di Padang, yang terpisah oleh Selat Mentawai, lebih dari 200 km.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,6 dan M=5,7. Episenter terletak pada koordinat 3,36 LS – 100,29 BT dan 3,31 LS – 100,40 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak sekitar 33 km arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pada kedalaman 13 km dan 17 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Itu terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

“Kedua gempa bumi inidirasakan di daerah Padang, Painan, Mentawai, dan Mukomuko. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu,” jelas dia.

BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, juga diimbau untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” kata Rahmat.

Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Akmal, mengatakan dua gempa siang kemarin dirasa cukup kuat oleh sebagian masyarakat di Tua Pejat dan Sikakap.

Warga sempat berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi hal terburuk. Meski demikian, kondisi Mentawai saat ini masih aman. Warga yang tadinya sempat keluar rumah, saat ini sudah kembali lagi ke dalam rumah.

“Sementara, kita masih verifikasi di lapangan. Belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan atau korban jiwa. Mudah-mudahan tidak ada. Dan mudah-mudahan juga tidak ada lagi gempa-gempa susulan,” ujar Akmal.

Gempa yang terjadi secara beruntun tersebut dirasakan Torisanna, salah seorang warga di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia mengatakan, durasi gempa lumayan lama. Sebelumnya, ia tak mengetahui gempa terjadi, namun karena goyangannya lama, ia memutuskan keluar dari rumah.

“Memang gempanya tidak terlalu kuat namun goncangannya lama dan berulang-ulang dan saat ini ada lagi dan tetap berlanjut, warga beraktivitas seperti biasa namun kami tetap waspada,” kata Torisanna.

Menurut dia, warga yang tinggal di rumah lebih merasakan guncangan gempa karena seiring isi rumah yang turut bergoyang.

Jan Winnen Sipayung, warga Kecamatan Sikakap menyebutkan getaran gempa awalnya lambat kemudian kencang. “Sekarang saya sudah berada di luar rumah, gempa yang dirasakan sekitar 5 detik, gempa kali ini berayun awalnya lambat dan lama kelamaan baru kencang,”katanya seperti dilansir okezone.com. Jan Winnen menyebutsejak Kamis (14/10) sampai Senin (19/10) sudah tiga kali ia merasakan gempa. (ozc)

Next Post

Pjs Bupati Solsel Lakukan Sidak Ke RSUD di Muara Labuh

Sel Okt 20 , 2020
PADANGARO, KP – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan Jasman Rizal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Muara Labuh, Selasa (20/10). Pada kesempatan itu, Jasman meninjau satu persatu ruangan, mulai dari IGD, Ruang Pelayanan Pasien, hingga ruangan khusus pasien positif Covid-19. Di ruangan pelayanan pasien, […]