18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemkab Pasaman Turunkan Tim Gakkumdu Tindak Pelanggar Perda AKB

LUBUKSIKAPING, KP – Tim Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Pasaman bakal turun ke lapangan, menindak warga yang melanggar Perda provinsi Sumatra Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun Harian Koran Padang, penindakan terhadap masyarakat yang tidak mematuhi Covid-19 seperti tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah akan dilakukan Tim Gakkumdu pada Selasa (20/10). Dalam penindakan nanti, tim akan menyisir sejumlah tempat-tempat keramaian yang ada di daerah itu. 

“Ya benar, mulai Selasa (20/10) Tim Gakkumdu yang terdiri dari Satpol PP, Kepolisian, TNI, jaksa, hakim akan melakukan penindakan terhadap warga yang tidak mematuhi protokol Covid-19. Bagi warga yang tak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, maka bersiap-siaplah menerima sanksi sesuai Perda tersebut,” ujar Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, saat memimpin rapat persiapan penerapan Perda Provinsi Sumatra Barat Nomor 6 tahun 2020 di Balerong Pusako Anak Nagari, Senin (19/10). 

Bupati mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman bersama Tim Gakkumdu sebelumnya telah melakukan sosialisasi Perda tersebut dengan seluruh instansi terkait di daerah itu. “Dengan telah kita sosialisasikan, kita anggap semua masyarakat sudah tahu dan paham aturan wajib menggunakan masker. Jika melanggar maka akan dikenai sanksi,” ulasnya. 

Yusuf Lubis menjelaskan, hingga saat ini pasien positif Covid-19 di Pasaman terus bertambah. Masyarakat Pasaman diimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup produktif dan tetap terhindar dari penularan virus dengan cara mematuhi protokol kesehatan. “Kita yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak akan menjadi kebiasaan baru,” kata Bupati.

Lebih lanjut dijelaskannya, berperang melawan Covid-19 akan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat. “Covid-19 itu tidak bisa kita atur, artinya diri kitalah yang harus kita kendalikan untuk menghindari Covid-19 dalam berbagai aktivitas kita,” sebutnya.

Untuk itu Bupati berharap, dengan diterapkannya Perda tersebut, masyarakat terbiasa menggunakan masker sehingga positif Covid-19 di Pasaman berkurang. “Kepada seluruh Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman, mari kita bekerjasama, kompak dan bersinergi menerapkan Perda ini kepada masyarakat nantinya, didukung oleh Satpol PP, polisi, TNI,  jaksa dan hakim. Kemudian dengan adanya efek jera ini masyarakat terbiasa dan tercapai harapan kita untuk mengurangi positif Covid-19 di daerah ini,” katanya. 

Terpisah, Ketua Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman, Aan Afrinaldi menambahkan, dalam penindakan nanti, Tim Gakkumdu akan menerjunkan 26 personel yang terdiri dari anggota Satpol PP, kepolisian, TNI, Kejaksaan dan pengadilan negeri. 

Dijelaskannya, adapun sanksi bagi warga yang melanggar Perda No 6 tahun 2020, seperti termuat dalam BAB X Ketentuan Pidana pada pasal 101. Ayat 1, setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d angka 2 dipidana dengan kurungan paling lama dua hari atau denda paling banyak Rp250.000.

Ayat 2 lanjutnya, tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 hanya dapat dikenakan apabila sanksi administratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. Sedangkan ayat 3, tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran. Kemudian Pasal 102 ayat 1, setiap penanggung jawab kegiatan/usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan/usaha dan aktivitas lainnya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000.

Aan mengatakan, sanksi itu dijatuhkan bila sebelumnya sudah pernah dikenai sanksi administrasi. “Perda ini dibuat agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan. Dengan begitu potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan dan diminimalkan,” paparnya.

Sementara itu Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah, siap mengawal jalannya penegakan Perda nomor 6 tahun 2020 yang akan dilaksanakan Tim Gakkumdu di daerah tersebut. AKBP Dedi Nur Andriansyah mengimbau kepada selueuh masyarakat di daerah itu agar senantiasa mentaati protokol kesehatan Covid-19, terutama senantiasa memakai masker. “Salah satu kewajiban dalam Perda tersebut yang mesti dilakukan masyarakat ketika beraktifitas di luar rumah adalah menggunakan masker,” jelasnya. 

Dia mengatakan, Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman secara bersama-sama akan terus melakukan penegakan sanksi hukum bagi masyarakat yang melanggar Perda AKB. “Untuk itu, bagi yang melanggar Perda tersebut, maka siap-siaplah dikenakan sanksi sosial, denda berupa uang, dan juga sanksi pidana nantinya,” tukasnya. (hri)