18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

BPBD Payakumbuh Serahkan Bantuan untuk 2 Korban Kebakaran di Parik Rantang

PAYAKUMBUH, KP – Dua pemilik rumah korban kebakaran hebat di Kelurahan Parik Rantang RT 05 RW 04, pada Minggu (18/10) pagi, langsung mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kedua korban kebakaran itu yakni Gusnifa (41 tahun) seorang pedagang yang tinggal bersama keluarga di rumahnya, dan satunya lagi Suhaimi (74 tahun) seorang wiraswasta yang merupakan tetangga dekat dari Gusnifa. Korban juga tinggal bersama keluarganya.

Mewakili Plt Kepala Pelaksana BPBD kota Payakumbuh, bantuan diserahkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Jasriyal, Senin (19/10) yang diterima langsung oleh korban di dekat rumahnya yang sudah habis dilalap si jago merah tersebut.

Ditemui di tempat terpisah, Plt Kepala Pelaksana BPBD Payakumbuh, Agus Rubiono mengatakan, penyerahan bantuan itu berdasarkan hasil laporan penanganan darurat Tim Damkar Pemko Payakumbuh. “Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban korban bencana kebakaran,” terangnya.

Adapun bantuan yang diberikan, yakni meliputi 2 paket terpal, 2 paket bantuan perlengkapan keluarga, 2 paket kompor bio masa, 2 paket sandang pangan dan 3 paket untuk perlengkapan sekolah. Menurut Agus Rubiono, bantuan untuk korban kebakaran itu sebelumnya juga sudah diberikan oleh pihak Dinas Sosial Payakumbuh.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak Dinsos terkait bantuan yang Dinsos berikan ke korban ini, sehingga bantuan yang kita berikan ini tidak sama dengan bantuan dari Dinsos,” ungkapnya.

Dan untuk paket bantuan perlengkapan sekolah, Agus menyampaikan, ada 3 paket karena dari korban Gusnifa memiliki 2 orang anak dan untuk korban Suhaimi ada 1 orang anak yang masih sekolah. Selain itu perlu diketahui, petugas hingga hari ini masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran dua rumah di pusat kota itu. Dan menurut kondisi di lapangan, kerugian dari kedua korban tersebut ditaksir mencapai Rp 200 juta. (dst)