18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

DILIRIK EKSPORTIR, Topi Anyaman Bambu Warga Binaan Bakal di Ekspor ke Tiga Negara

LIMAPULUH KOTA, KP- Setelah sukses menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan dari Pekanbaru-Riau untuk memproduksi mantel Plastik. Kini, Lembaga Pembinaan Khusus Anak/LPKA Tanjung Pati-Sumatra Barat (Sumbar) kembali menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan untuk mengekspor kerajinan anyaman bambu berupa topi.

Tak tangung-tanggung, dalam kerjasama itu pihak ekportir siap menampung berapa pun jumlah anyaman topi bambu yang bisa dikerjakan oleh warga binaan baik laki-laki maupun perempuan itu.

Untuk tahap awal, pihak ekportir juga memberikan pelatihan kepada puluhan warga binaan yang tengah dibina di Lapas yang dulu bernama Lapas Tanjung Pati.

Menurut Yulnasriyang merupakan eksportir, pihaknya sengaja menjalin kerjasama dengan LPKA dan Lapas lainnya yang ada di Sumbar.

Selain untuk memberdayakan warga Lapas, juga untuk memberikan keterampilan yang bisa dimanfaatkan warga binaan setelah mereka selesai menjalani pembinaan.

“Kita sengaja memilih warga binaan yang ada di seluruh Lapas di Sumbar untuk kita ajak bekerjasama. Mereka perlu kita berdayakan, sebab mereka memiliki waktu luang yang banyak di Lapas. Selain itu juga untuk memberikan ketrampilan yang bisa mereka kembangkan setelah bebas menjalani pembinaan/hukuman,” sebut pria yang akrab disapa Paul itu.

Paul juga menambahkan, dalam kegiatan pelatihan yang digelar Selasa (20/10) di salah satu ruang belajar Lapas itu, didatangkan tiga orang intruktur untuk membimbing warga binaan. Sebab kebutuhan yang harus dipenuhi pihaknya mencapai 8 kontainer perbulan.

“Kebutuhan topi segitiga anyaman bambu untuk tiga negara yakni Thailand, Vietnam dan Malaysia yang harus kita penuhi mencapai 8 kontainer perbulannya. Jadi, tidak tertutup kemungkinan kedepan kita akan melibatkan dan akan memberdayakan masyarakat di Nagari. Apalagi dampak Covid-19 membuat ekonomi terganggu,” sebut mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Agam ini.

Sementara Kepala LPKA Tanjung Pati, Ronald Heru Praptama melalui Kasi Pembinaan Masri Fabrar didampingi Kasubsi Pembinaan Sri Hayati menyebutkan, pihaknya mengapresiasi dengan kembali diliriknya warga binaan untuk bekerjasama untuk membuat kerajinan. Sebab, selain bisa membantu mengisi waktu luang, juga memberikan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah mereka selesai menjalani pembinaan.

“Tentu kita apresiasi dan mengucapkan terima kasih dengan kembali diliriknya Lapas kita untuk bekerjasama. Nantinya masing-masing warga binaan juga akan diberikan upah sesuai banyaknya topi anyaman yang mereka selesaikan atau kerjakan. Usai pelatihan ini, warga binaan bisa langsung membuat topi, baik di dalam kamar, tempat istirahat maupun ditempat lainnya di dalam LPKA,” pungkas Masri Fabrar diamini Sri Hayati. (dho)