18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KASUS DUGAAN BUKU NIKAH ILEGAL, Mantan KUA Dilaporkan ke Polisi

LUBUKSIKAPING,KP-Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pasamanyang juga mantan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dilaporkan ke Polres Pasbar atas kasus dugaan penggunaan buku nikah ilegal. Disinyalir, kasus ini berkaitan dengan hilangnya sekitar dua ribu pasang buku nikah di Kantor Kemenag Kabupaten Pasbar tahun 2017 silam.

Laporan Polisi (LP) itu langsung dibuat oleh salah seorang anggota TNIAD yang berdinas di Kabupaten Pasaman, Poniman. Ia melaporkan dugaan penyalahgunaan buku nikah oleh oknum ASN berinisial R yang saat ini bertugas di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Pasaman, Senin lalu (19/10).

“Saya menemukan buku nikah yang diduga hilang di Kemenag Pasaman Barat tahun 2017 silam dan melaporkannya ke Polres Pasbar,” kata Poniman kepada KORAN PADANG usai membuat laporan ke Polres Pasbar.

Poniman menjelaskan awalnya ia bersama Itnawati menemukan tiga buah buku nikah dengan nomor seri SB 5663986 warna hijau, nomor seri AH 0122637 warna hijau, dan nomor seri AH 0122647 warna coklat.Salah satu buku nikah itu, yakni yang memiliki nomor seri SB 5663986, telah dilaporkan hilang dicuri dari Kantor Kemenag Pasaman Barat pada tahun 2017. Buku nikah itu ditengarai telah ditulis dan diisi oleh R atas namanya sendiri.

Ia menyebuttemuan buku nikah itu bermula saat ia bersama saudara iparnya menemukan buku nikah dan melihat satu ikat buku nikah lainnya sertasatu tas sandang berisibeberapa stempel di rumah R yang beralamat di Benteng, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

“Namun (buku nikah itu) tidak sempat kami ambil dan kemudian barang itu diduga telah dibawa dan disembunyikan oleh R,” katanya.

Melihat ada kejanggalan, ia mencari informasi di berita online dan mendapatkan informasi bahwa ada sekitar dua ribu pasang buku nikah hilang dengan nomor seri SB 5663501 sampai dengan SB 5665500di Kemenag Pasaman Barat pada tahun 2017. Saat itu pihak Kemenag juga telah membuat laporan polisi dengan nomor laporan LP/202/VI/2017 pada tanggal 25 Juni 2017.

Poniman kemudian menemui mantan petugas penghulu di Tanjung Beringin, Lubuk Sikaping, yang sebelumnya dituding oleh R memberikan buku nikah dengan nomor seri SB 5663986 yang sebelumnya telah menikah dengan seorang bidan desa di Anam Koto Kinali berinisial TJ. Poniman mendapati keterangan bahwa KUA Simpati Pasaman telah menerbitkan surat rekomendasi perkawinan kepada TJ dan R untuk menikah di Kinali, Pasaman Barat pada 29 Mei 2019.

Namun, pada 14 Agustus 2020 KUA Simpati mencabut surat rekomendasi itu karena adanya kesalahan prosedur dan adanya indikasi kebohongan dalam pengurusannya karena tanpa dilengkapi dokumen NA.Selain itu, R diduga belum pernah melangsungkan pernikahan secara resmi di Kantor KUA Kinali.

“Inikan aneh, nikah secara resmi belum pernah namun buku nikah telah terbit. Karena kejanggalan inilah kuat dugaan buku nikah itu diperoleh dari buku nikah yang hilang di Kemenag Pasaman Barat, tahun 2017 silam” ujar Poniman.

Ia menjelaskan, dalam persoalan ini Itnawati menjadi korban semasa R menjabat sebagai KUA Kecamatan Panti yang menerbitkan duplikat surat nikah terhadap suaminya sebagai bukti untuk dokumen pernikahandengan istri sirinya dan mereka telah bercerai.

“Saya berharap kasus ini dapat diungkap karena menyalahgunakan buku nikah ilegal untuk nikah siri. Apalagi kuat dugaan buku nikah itu merupakan buku nikah yang hilang di Kemenag Pasaman Barat,”ujarnya.

Ditambahkannya, R sebelumnya merupakan pejabat senior di Kantor KUA Departemen Agama Pasaman dan pada 2017 pindah tugas ke Pemkab Pasaman.

Terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polres Pasaman BaratAKP Defrizal membenarkan telah menerima laporan penyerahan bukti buku nikah yang diduga digunakan oleh oknum ASN R. “Laporan dan barang bukti telah diterima dan kasus ini masih dalam penyelidikan.Dalam waktu dekat pelapor dan terlapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” katanya.

Sementara, saat dikonfirmasi ke R melalui nomor HP 08136340xxxx tidak tersambung dan pesan singkat tidak dibalas hingga berita ini diturunkan.(nst)