9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pariaman Hebat

DALAM tempo enam hari, tercatat 340 Orang warga Kota Pariaman melanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Selasa (20/10) di halaman 2. Terlihat tim penegak Perda AKB di Kota Pariaman begitu maksimal menjalankan tugasnya. Rata-rata pelanggar AKB tersebut mengakui kesalahannya. Semoga saja covid-19 semakin melandai di Pariaman. Sebaliknya, daerah yang tak maksimal menegakkan Perda AKB boleh jadi kasus positif jumlahnya akan terus bertambah.

Tentu setiap hari masuk laporan dari tiap daerah ke lembaga pemerintahan tingkat provinsi. Dari laporan itu semakin jelasdaerah mana yang serius mengatasi serangan corona serta daerah yang masih ‘mendua’ melawan virus berbahaya itu.

Jika upaya menghabisi corona di Sumbar tetap saja memunculkan ‘kambinghitam’, bukan tak mungkin negeri ini akan semakin larutmenanggung derita yang memprihatinkan. Tak perlutim penegak Perda AKB menyalahkan pihak lain. Yang penting, siapa saja tak mematuhi AKB berhadapan dengan aparat.

Sebaiknya tim penegak Perda AKB bergerak serentaksesuai dengan pembagian zona wilayah yang sudah ditetapkan. Khusus Padang sebagai kota besar yang terparah kasus covid-19, penegakan AKB ini benar- benar dimaksimalkan. Jika dalam menegakkan Perda AKB ini tak sepenuh hati, tentu hasilnya mengecewakan.

Ingat, kita rata-rata masih hidup penuh sederhana. Kalaupola menghabisi corona tak juga maksimal, tak terbayangkankehidupan warga kota ini ke depannya. Meski corona belum sampai setahun mengguncang kota ini, sudah beragam problema sosial muncul. Kejahatan tiap hari terjadi. Kemiskinan semakin nyata. Orangtua pusing menjaga anaknya belajar di rumah saja.

Kita selalu bertanya-tanya kapan corona ini akan berakhir, namun keseriusan bersama belum juga terlihat nyata dan maksimal di lingkungan masing- masing. *