21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pokdarwis Kapalo Banda Taram Masuk Nominasi GIPI Awards 2020

LIMAPULUH KOTA, KP- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kapalo Banda, Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota,masuk 5 besar nominasi Pokdarwis terbaik.Kegiatan itu dihelat oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sumbar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI). Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Nominator GIPI Awards 2020 No: 01/KPTSN/GIPI-GA/X/2020.

Muhammad Yahdi, Ketua Pengelola Objek Wisata Kapalo Banda didampingi Sekretaris Pokdarwis Kapalo Banda mengatakan, selain Pokdarwis Kapalo Banda, juga ada Pokdarwis Batang Taye di Silokek, Sijunjung, Pokdarwis Kubu Gadang di Padangpanjang, Pokdarwis Green Talau Park di Ulakan, Padangpariaman, dan Pokdarwis Murai Batu Batuah di Nagari Pasia Laweh, Palupuah, Agam yang masuk 5 Besar Nominasi GIPI Awards 2020.

Menurut Muhammad Yahdi, penilaian kategori Pokdarwis terbaik ini meliputi struktur organisasi pokdarwis dan pengelola objek wisata, dan administrasi.

“Untuk administrasi ini yang menjadi penilaian adalah laporan keuangan, laporan kas Kapalo Banda, SK Pokdarwis dan Pengelola. Kemudian MoU antara pengelola dan pemerintah Nagari, Objek Wisata yang mencakup Sapta Pesona, dan wisata pendukung yaitu agro wisata serai wangi, madu galo-galo, dan jamur tiram,” kata Yahdi, Selasa (20/10).

Muhammad Yahdi menjelaskan, untuk pengunjung di objek wisata Kapalo Banda, rata-rata 2.000-2.500 pengunjung perminggu. Jumlah ini dikatakannya menurun akibat Pandemi Covid-19 yang melanda sejak beberapa bulan terakhir dan berdampak terhadap wisata Kapalo Banda ini

“Penurunan mencapai 160 persen dari biasanya. Namun dengan diikutinya GIPI Awards 2020 ini diharapkan administrasi dapat terkelola dengan baik dan sekarang sudah komputerisasi serta momen GIPI ini dijadikan sebagai kesempatan untuk berbenah, sehingga bisa melihat neraca kunjungan dan perkembangan Wisata Kapalo Banda,” kata Muhammad Yahdi yang juga berharap 2021 Kapalo Banda dapat menjadi Desa Wisata di Limapuluh Kota ini.

Yahdimenambahkan, untuk asal wisatawan kebanyakan berasal dari Riau, Medan, dan Jambi. Namun untuk wisatawan lokal Sumbar juga sudah banyak seperti dari Batusangkar, Bukittinggi, Agam, Padangpanjang, Padang, dan Pessel. (dho)