18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Sunyi Istana Kepresidenan di Tengah Riuh Demo Omnibus Law

JAKARTA, KP – Kumandang azan Ashar dan bunyi irama bel sepeda pedagang kopi keliling memecah sunyi yang menyelimuti kawasan Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat Selasa sore (20/10).Bangunan Istana dengan dominasi cat warna putih tampak gagah berdiri di tengah sorotan publik atas situasi politik dan hukum belakangan ini.

Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Utara, Medan Merdeka Barat, hingga Abdul Muis terlihat lengang karena petugas melakukan sterilisasi terkait aksi omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang berlangsung sejak siang.

Dari Taman Pandang yang berada di seberang Istana Merdeka, tak terlihat penambahan pasukan paspampres, prajurit TNI, dan personel polisi hingga barikade di luar pagar Istana Merdeka.Namun wilayah di sekitar taman tampak sejumlah petugas Brimob berjaga.Di antara mereka yang bersiaga itu mencoba mencairkan suasana dengan minum kopi dari penjual kopi keliling dan berbincang satu sama lain.

Kemudian, di balik pagar Silang Monas, sejumlah prajurit TNI yang juga bersiaga.Barracuda dan sejumlah mobil polisi bertuliskan ‘Korps Brimob’ terparkir rapi di bahu jalan.

Dari sudut Taman Pandang Istana, handy talky (HT) di genggaman salah seorang petugas kepolisian terdengar tak henti-hentinya bersuara mengabarkan situasi terkini di sekitar lokasi unjuk rasa.

“Tugu Tani Menteng kondisi aman terkendali,” demikian selentingan komunikasi lewat HT yang dilakukan salah seorang petugas yang berada tak jauh.

“Jika ada massa dari Menteng jangan sampai mereka ke lokasi aksi. Diarahkan lurus ke Tanah Abang saja,” sahut petugas lain di ujung sambungan.

“Lapor dari arah Harmoni ada sejumlah pemuda bergerak ke Patung Kuda,” kata petugas lainnya.

“Mahasiswa dari UNJ dan mahasiswa lainnya sudah mencair, ya. Situasi kondusif,” timpal yang lainnya.

Para personel Brimob dan Prajurit TNI itu menjadi personel cadangan andai saja massa aksi yang dibatasi hanya boleh berunjuk rasa di depan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda menjadi rusuh.

Situasi tenang di sekitar Istana itu bertolak belakang dengan apa yang terjadi di titik Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, hingga Jalan MH Thamrin. Padahal jarak antara Istana dan Patung Kuda tak lebih dari satu kilometer.Sekitar kawasan Patung Kuda itu ribuan orang menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja (UU Ciptaker). Massa terdiri dari elemen buruh hingga mahasiswa.

Sejak siang, suara-suara keresahan masyarakat diutarakan dengan lantang. Kesibukan itu belum menemui jeda sedari siang hingga matahari hampir tergelincir petang ini.Massa aksi kembali turun ke jalan menuntut sesuatu hal yang sama, yakni meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan Omnibus Law Ciptaker yang telah disahkan pada 5 Oktober lalu.

Polisi menyekat massa agar tak berunjuk rasa di seberang Istana. Sebelumnya, Taman Pandang Istana atau juga dikenal sebagai Taman Aspirasi menjadi titik massa yang ingin melakukan aksi.Salah satunya, adalah Aksi Kamisan yang digelar tiap pekan untuk menuntut penuntasan kejahatan dan pelanggaran HAM.Namun, sejak omnibus law Ciptaker disahkan dalam rapat paripurna di DPR pada 5 Oktober lalu, taman ini seolah menjadi ‘terlarang’ bagi massa berunjuk rasa.

Unjuk rasa kemarin bertepatan dengan momen satu tahun pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Bukan hanya di Jakarta, aksi serupa pun berlangsung di kota-kota lain seperti di Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.Dari serangkaian unjuk rasa yang sudah dilakukan sejak pekan pertama bulan Oktober hingga sekarang, Jokowi masih belum menemui mereka.

Pada aksi unjuk rasa 8 Oktober lalu, Presiden Jokowi lebih memilih meninjau lahan proyek lumbung pangan nasional atau food estate di Kalimantan Tengah. Istana membantah kunjungan kerja Jokowi tersebut guna menghindari pedemo. Jokowi sendiri kemudian memberikan pernyataan resmi terkait UU Ciptaker dari Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat petang, 9 Oktober 2020.

Sedangkan kemarin, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo itu memilih bertugas di Istana Kepresidenan Bogor. Presiden Jokowi dijadwalkan menyambut Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide di sana.Selain itu, ia juga menghadiri rapat lewat konferensi video pada pagi hari dengan pembahasan Perkembangan Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021. (cnn)