24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Lembaga PAUD Diajak Terapkan Layanan Holistik Interaktif

PADANG ARO, KP – Direktorat Paud Kemendikbud RImengajak seluruh pengelola lembaga dan tenaga pendidik PAUD untuk betul-betul menerapkan layanan holistik-interaktif (HI) dalam mendidik anak-anak.

“Artinya sesuai makna HI itu sendiri, pengelolah lembaga betul-betul diharapkan dapat mewujudkan penanganan anak usia dini secara utuh atau menyeluruh,” sebut Aria Ahmad  Mangunwibawa dari Direktorat Paud Kemendikbud RI dalam Bimbingan Teknis Paud Holistik-integratif (HI) melalui zoom metting tersebut, Rabu (21/10).

Dikatakan, yang dimaksud utuh itu mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan serta perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan dilingkungan yang berkabolorasi dengan pemerintah.

Sementara itu, Bupati Solsel diwakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  (Disdikpora) Solsel, Novrizon ketika membuka kegiatan itu mengajak seluruh peserta agar betul-betul serius mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar mulai 21-23 Oktober itu.

“Muaranya tentu akan terwujudnya anak di kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang ini yang sehat, cerdas dan berakhlak,” ungkap Novrizon.

Di tempat yang sama panitia pelaksana kegiatan yang juga Kasi Pengembangan Karakter dan Peserta Didik Nella Novitadalam laporannya menjelaskan, kegiatan itu digelar di dua lokasi, di aula Kampus Widyaswara Indonesia sebanyak 70 orang, dan diruang pertemuan TK Amar Ma’Aruf Kutianyia Pasir Talang sebanyak 30 orang.

“Jumlah peserta bimtek terdapat sebanyak 100 orang dari 162 lembaga Paud yang ada di Solsel. Sedangkan total tenaga pendidiknya se-Solsel sebanyak 450 orang,” jelasnya.

Dikatakan, pengelolah lembaga PAUD di Solsel pantas bersyukur, karena dari ratusan lembaga yang ada di Indonesia, tahun ini hanya mendapat bantuan sebanyak 50 lembaga, salah satunya diperoleh Solsel.

Nela juga menjelaskan, tujuan kegiatan ini pada intinya akan meningkatnya kapasitas penyelenggaraan Paud HI di Solsel. Serta meningkatnya penanganan anak usia dini secara utuh yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah dan pusat.

Sementara itu, Kabid Kabid Paud/ PNF Disdikpora Solsel, Ermiwat didampingi Kasi Kelembagaan dan Sapras Fabril, menambahkan bahwa pelaksanaan bimtek ini dilakukan di dua lokasi dengan tatap menerapkan protokol Covid-19.

Adapun narasumber kegiatan berasal dari tenaga profesional yang sudah terlatih dari Disdikpora Solsel, IGTKI, Himpaudi dan dari PKG,” terang Ermiwati.

Menurut Kasi Kelembagaan dan Sapras, Fabril, setiap lembaga akan mendapat dukungan Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp600 ribu setiap murid dalam satu tahun.

Adapun kegunaanya adalah untuk penunjang pelaksanaan Paud HI dengan kegiatan untuk  penyelenggaraan pendidikan keluarga (parenting), memberlakukan pembiasaan makan-makanan sehat dan seimbang.

Selain itu juga adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan,  seperti pengukuran berat dan tinggi badan. Bahkan kerjasama dengan Posyandu atau Puskesmas juga jadi kegiatan yang mesti dilakukan Paud HI.

Terakhir melakukan Deteksi Dini Tingkat Kesehatan (DDTK) dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait juga mesti dilakukan dalam pendidikab Paud HI. (bus)