18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

TERTIMPA TEMBOK PAGAR SAAT TEMANI IBU BELI NASI, Bocah Malang Berusia Lima Tahun Butuh Bantuan Biaya untuk Operasi

PADANG,KP – Sungguh malang nasib yang dialami seorang bocah bernama Rahmad Syahputra (5 tahun). Ia mengalami luka parah di bagian kaki kanannya akibat terhimpit tembok pagar yang runtuh di dekat loket bus Famili Raya, Jl. Juanda, Lolong, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang sekitar seminggu lalu.

Saat itu korban sempat dibawa ke Rumah Sakit M. Djamil Padang untuk diobati. Pihak rumah sakit menyebut kaki korban harus dioperasi. Namun orangtua korbanZulherman (53 tahun) yang hanya bekerja sebagai juru parkir tidak punya uang untuk operasi tersebut. Apalagi, biaya pengobatan awal sebanyak Rp1,5 juta masih belum dibayar karena ketiadaan biaya sehingga ia terpaksa meninggalkan KTP sang istri sebagai jaminan kepada pihak rumah sakit.

Rabu siang (21/10), Zulherman mendatangi kantor KORAN PADANG bersama anaknya Syahputra untuk menuturkan kisah pilu yang dialami anaknya. Tampak perban membalut betis hingga telapak kaki bocah malang itu. Sesekali wajahnya meringis menahan sakit akibat luka pada kakinya itu.

Zulherman dengan nada sedih menceritakan nasib malang yang dialami anak pertamanya itu. Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak bus Famili Raya, lokasi pagar yang runtuh itu milik Polsek Padang Barat. Sehingga Zulherman mendatangi Polsek Padang Barat.

“Saya sudah berkali-kali mendatangi Polsek Padang Barat untuk menyampaikan peristiwa yang dialami oleh anak saya, tetapi tidak membuahkan hasil. Bahkan petugas seperti menyalahkan saya dengan alasan tidak bisa menjaga anak,” ucap Zulherman dengan mata berkaca-kaca.

Kronologis kejadianitu bermula ketika sekitar seminggu lalu anaknya itu pergi bersama ibunyaNofi Yulia untuk membeli nasi di Rumah Makan Mama di Jl. Juanda, yang berada di seberang Hotel Pangeran Beach. Saat ibunya sedang memesan makanan, tiba-tiba sang anak menjerit dan ternyata bocah itu sudah terhimpit oleh tembok yang runtuh di pekarangan loket bus Famili Raya.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan tembok pagar tersebut. Setelah dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit M. Djamil. Karena luka pada kaki korban sangat parah, pihak rumah sakit menyatakan kepada Zulherman bahwa korban harus dioperasi. Biayanya tidak sedikit. Lantaran tidak punya uang, Zulherman akhirnya tidak jadi melakukan operasi terhadap kaki anaknya. Saat itu ia hanya punya uang Rp30 ribu. Sehingga, luka pada kaki anaknya hanya dijahit oleh petugas medis.

“KTP istri saya terpaksa ditinggalkan sebagai jaminan di rumah sakit,” ujar Zulherman.

Dia mengaku telah berusaha menghubungi Polsek Padang Barat untuk mendapatkan uang perawatan, tetapi hasilnya nihil. “Pihak polsek hanya menyarankan saya mendatangi Baznas Kota Padang untuk mendapatkan bantuan dana. Begitu juga pihak perlindungan anak juga menyuruh mendatangi Baznas.Kepada siapa lagi saya mengadukan nasib anak saya ini. Semuanya terlihat lepas tangan,” ucap Zulherman prihatin.

Ia khawatir jika luka pada kaki anaknya tidak diobati lebih lanjut akan berdampak lebih serius dan mengancam masa depan sang anak. Kepada pembaca dan dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu biaya pengobatan bocah Rahmad Syahputra dapat menghubungi langsung Zulherman di kediamannya, Jalan Rambai Nomor 12 Purus Baru, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. (ej)