Tim Gakkumdu Pasaman Tindak 62 Pelanggar Perda AKB, Dua di Antaranya ASN

LUBUKSIKAPING, KP – Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Pasaman, menindak 62 orang pelanggar Perda Provinsi Sumatra Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Ketua Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman, Aan Afrinaldi mengatakan, puluhan orang itu ditindak saat turun melaksanakan penindakan pelanggaran Perda AKB di Pasar Benteng Lubuksikaping, Selasa (20/10). “Sekitar 24 orang tim Gakkumdu yang turun di hari pertama penindakan bagi pelanggar Perda AKB menindak 62 orang pelanggar. Dua di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN),” terangnya.

Puluhan pelanggar itu kata Aan Afrinaldi, langsung diganjar sanksi sosial membersihkan fasilitas umum yang ada di sekitar Pasar Benteng Lubuk Sikaping selama 90 menit. “Para pelanggar kami pakaikan rompi orange dan membersihkan fasilitas umum yang langsung ditonton masyarakat. Ini merupakan sanksi sosial sesuai yang diatur dalam Perda AKB bagi pelanggar,” tambahnya.

Dari pengakuan para pelanggar kata dia, memang mengaku bersalah dengan alasan klasik lupa memakai masker. “Alasannya klasik sekali pura-pura lupa, karena tergesa-gesa dan tidak memiliki masker. Akan tetapi mereka tidak ada melakukan perlawanan saat ditindak dan melaksanakan sanksi yang diberikan,” katanya.

Di samping itu pihaknya bersam tim Gakkumdu bakal terus melakukan penindakan bagi para pelanggar Perda AKB di seluruh daerah di Pasaman guna mencegah penyebaran Covid-19. “Akan terus kita lakukan bersama tim Gakkumdu hingga Desember 2020 ini. Karena ini juga sesuai perintah Bupati Pasaman. Semoga dengan langkah ini bisa memberikan kesadaran bagi masyarakat dan bisa menekan angka Covid-19,” ulasnya.

Sedangkan untuk hukuman kata dia, dibagi atas beberapa tingkatan dengan ketentuan bagi para pelanggar yang terjaring di waktu pertama kali diberikan sanksi sosial membersihkan fasilitas umum dengan memakai rompi orange selama 90 menit. “Semua pelanggar kami catat di aplikasi Sipelada. Jadi dengan mudah menandai bagi para pelanggar, sudah berapa kali ditindak. Untuk pelanggar kedua kali berturut-turut akan diberikan sanksi sosial membersihkan fasilitas umum selama 120 menit,” tambahnya.

Akan tetapi kata dia, apabila yang terjaring di lapangan sebanyak tiga kali berturut-turut masih orang yang sama, maka langsung diberikan denda sebanyak Rp100 ribu. “Terakhir bagi para pelanggar orang yang sama terjaring di lapangan sebanyak empat kali berturut-turut masih melanggar Prokes, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d angka 2 dipidana dengan kurungan paling lama dua hari atau denda paling banyak Rp250 ribu,” tutupnya.

Sementara itu Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah, siap mengawal jalannya penegakan Perda nomor 6 tahun 2020 yang akan dilaksanakan Tim Gakkumdu di daerah tersebut. AKBP Dedi Nur Andriansyah mengimbau kepada seluruh masyarakat di daerah itu agar senantiasa menaati protokol kesehatan Covid-19, terutama senantiasa memakai masker. “Salah satu kewajiban yang mesti dilakukan masyarakat dalam Perda tersebut ketika beraktifitas di luar rumah adalah menggunakan masker,” sebutnya.

Dikatakannya, Tim Gakkumdu Kabupaten Pasaman secara bersama-sama akan terus melakukan penegakan sanksi hukum bagi masyarakat yang melanggar perda AKB tersebut. “Untuk itu bagi yang melanggar Perda tersebut maka siap-siaplah dikenakan sanksi sosial, denda berupa uang dan juga sanksi pidana nantinya,” tutupnya. (nst)

Next Post

Sepi Peminat, Pendaftaran KPPS di Pasaman Diperpanjang

Rab Okt 21 , 2020
LUBUKSIKAPING, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman telah membuka penerimaan pendaftaran calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilkada serentak 2020, semenjak 7 hingga 13 Oktober 2020 lalu. Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipan Masyarakat dan SDM KPU Pasaman, Eria Candra menyampaikan, dari perkembangan yang pihaknya dapatkan sejak […]