9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Hotel Berbintang Disiapkan Untuk Isolasi Pasien Covid-19

PADANG, KP – Warga yang terkonfirmasi positif covid-19, tak perlu khawatir tidak mendapat tempat untuk melakukan isolasi atau karantina. Pemprov Sumbar menyediakan hotel sebagai lokasi isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif ringan dan juga bagi bagi tenaga medis yang positif covid-19. Hal ini menjadi pilihan setelah mencermati perkembangan kasus positif covid-19 yang terus melonjak, bahkan hingga mencapai 100-200 kasus perhari.

‚ÄúPasien positif covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumahakan kita alihkan ke hotel agar mereka tidak menyebarkan virus kepad aanggota keluarga lain di rumah. Sebab di rumah pengawasannya sangat lemah, apalagi jika tidak dilengkapi dengan sarana prasarana lainnya,” kata Gubernur Sumatera BaratIrwan Prayitno saat rapat terbatas bersama Forkopimda Sumbar dan instansi terkait di Istana Gubernuran, Rabu (21/10).

Menurutnya hotel yang disiapkan sebagai lokasi karantina adalah hotel bintang 2 dan 3. Hotel bintang 2 dipergunakan untuk karantina positif covid-19, sementara hotel bintang 3 dijadikan karantina untuk tenaga kesehatan yang terkena positif covid-19.

Gubernur menyebut pemanfaatan hotel ini dimaksudkan untuk memberikan prioritas kepada masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya, isolasi mandiri yang mereka lakukan di rumah sangat riskan serta sulit dilakukan pengawasan mengingat jumlah kamar yang tersedia di rumah, jumlah anggota keluarga, serta potensi virus yang berkembang juga sangat tinggi.

“Sekitar 50 persen masyarakat Sumbar yang melakukan isolasi mandiri akan kita pindahkan ke hotel. Kebanyakan isolasi mandiri ini yang membuat makin meningkatnya kasus positif lantaran tempatnya tidak layak untuk isolasi mandiri,” ungkap Irwan.

Untuk hotel-hotel yang dimaksud, gubernur memerintahkan Dinas Pariwisata segera melakukan pendataan, baik yang ada di Padang maupun kabupaten/kota lainnyayang dianggap potensial sebagai tempat isolasi pasien corona.

Dijelaskan gubernur, pemanfaatan hotel ini menggunakan dana APBN yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).Kegiatan ini nantinya akan dimonitor oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan aparat Polri dan TNI memonitor pengamanan kegiatan penanganan covid-19.

“Insya Allah, dengan pemanfaatan hotel, kita tidak akan kekurangan fasilitas untuk karantina dan isolasi,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi SumbarNovrial mengklaim pihaknya telah mendata hotel bintang 2 dan 3 yang ada di Sumbar dengan bantuan BPKP.

“Secepatnya akan kita buatMoU dengan hotel bersangkutan. Untuk harga dan detail akan dikirim ke BPKP secepatnya. Mulai dari konfirmasi ketersediaan hotel, jumlah kamar masing-masing hotel, lokasi, dan harga kamar, biaya makan tiga kali sehari, serta biaya untuk air PAM,” sebut Novrial.

Pemporov Sumbar akan melakukan rapat lanjutan membahas teknisnya, pengajuan proposal, dan rincian lainnya. Targetnya, minggu depan sudah bisa dieksekusi tentang pemanfaatan hotel-hotel sebagai tempat isolasi bagi pasien covid-19. (ip)