28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pencari Sayur Diserang Beruang Madu

PADANGARO, KP – Seorang warga Jorong Durian, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Basrial (59 tahun) diserang seekor beruang madusaat berada di kawasan ladang mencari sayur paku (pakis).

Kepala Resor Konservasi Wilayah (RKW) BKSDA Kabupaten Solok Afrilius mengatakan kemunculan beruang madu (helarctos malayanus) itu sebenarnya sudah terlihat oleh masyarakat sekitar tanggal 7-10 Oktober lalu.

“Saat itu masyarakat melihat beruang itu makan daun kelapa, makan ayam, dan lainnya, tapi masyarakat tidak mengerti dan tidak ada yang memberi tahu,” katanya, Kamis (22/10).

Pada Selasa (13/10) seorang warga yang bernama Basrial pergi ke ladangnya mencari sayur paku. Warga ini tidak mengetahui bahwa di kawasan itu ada beruang yang berkeliaran.

“Beliau (Basrial – red) ini tidak nampak beruang, beruang ini mungkin juga tidak nampak ada orang dan dia mungkin sedang tidur-tiduran di semak. Lalu karena terkejut, beruang itu terbangun dan mencakar korban,” katanya.

Menurutnya beruang saat itu kemungkinan juga takut dan mencakar karena ingin menyelamatkan diri. “Sifat beruang memang seperti itu. Beruang juga tidak makan daging. Beruang hanya makan buah-buahan. Sedangkan mencakar dilakukannya karena ingin menyelamatkan diri,” ujar Afrilius seperti dilansir Langgam.id.

Namun pada saat itu Basrial tidak langsung melapor. Dua hari kemudian baru dia melaporkan kepada walinagari. Kemudian petugas melihat ke rumahnya pada Kamis (15/10). Kondisinya waktu itu membaik dan sudah berobat ke rumah sakit. Saat ini luka cakaran di bahu kirinya sudah mulai mengering.

DIHALAU KE HUTAN LINDUNG

Afrilius mengatakan saat ini beruang madu itu sudah dihalau ke habitatnya di hutan lindung. Menurutnya, rencana awal beruang itu akan ditangkap. Tapi rencana itu batal karena di kawasan tersebut terdapat akses jalan untuk beruang itu menuju hutan lindung. Sehingga beruang itu cukup dihalau saja ke dalam hutan dengan melakukan pegusiran.

“Kita lakukan bunyi-bunyian, kapolsek juga ada pakai suara senjata, warga juga membantu dengan bunyi-bunyian, hari ini (kemarin -red) kita baru kembali dari lokasi,” kata Afrilius.

Pada lokasi kejadian tampak telah banyak jejak cakaran beruang di pohon kelapa. Beruang itu diperkirakan berpindah-pindah di dua nagari, yaitu Nagari Alam Pauh Duo dan Nagari Janjang Kambiang.

Penghalauan beruang ke hutan lindung itu melibatkan beberapa instansi di antaranya KPH Batanghari, Polsek Sungai Pagu, camat serta Walinagari Pauah Duo dan TNKS.

Menurut Afrilius, penanganan konflik satwa yang berada di Kabupaten Solok Selatan itu tetap berada dalam wewenangnyameskipun wilayahnya di Kabupaten Solok.

“Diluar kawasan pengelolaan kita, tetapi kalau penanganan konflik tetap berada di kita,” ujarnya. (lgm)