27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Plt Wako Mardison Lantik PAW Pimpinan Baznas Pariaman

PARIAMAN, KP – Plt Walikota Pariaman Mardison Mahyudin, melantik PAW (Pergantian Antar Waktu) Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman di aula Balaikota, Rabu (20/10).

Mardison menyampaikan, pimpinan PAW Baznas Kota Pariaman akan menjalankan kerjanya selama 110 hari, terhitung dari dilantik hingga 7 Februari 2021. Disebutkannya, Pimpinan PAW Baznas berjumlah 4 orang, namun pada saat pelantikan yang hadir 3 orang. Di antaranya Syofyan Jamal, Khaidir dan Jamohor (Ketua Umum). Sedangkan Asman Yahya tidak dapat hadir karena berhalangan.

Di samping itu Mardison menyebutkan, zakat merupakan ibadah yang harus dikelola negara dan negara berkewajiban untuk mengangkat petugas zakat. Kemudian zakat juga dapat berfungsi sebagai sarana perwujudan solidaritas sosial, pengentasan kemiskinan, pembiayaan pendidikan, pertolongan terhadap orang-orang yang menderita dan orang dhuafa serta kegiatan sosial lainnya.

“Apabila potensi zakat yang berasal dari umat Islam se-Kota Pariaman dapat dihimpun dan dikelola secara baik, maka dana tersebut akan dapat menjadi dana alternatif untuk penyelesaian berbagai masalah, khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Usai memberikan ucapan selamat, Mardison berharap agar yang dilantik dapat bekerja secara optimal, bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas selama menjadi pengurus Baznas. “Peganglah kepercayaan dan amanah yang telah saudara emban sebagai pimpinan pengganti Baznas Kota Pariaman. Kelolalah Baznas ini secara transparan dan tepat sasaran, agar dana-dana yang terhimpun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berhasil-guna,” pungkasnya.

Sementara itu usai pelantikan, Ketua Baznas Jamohor mengatakan, sekarang semuanya serba keterbukaan. “Tidak ada unsur politik dalan PAW ini. hingga saat ini Saldo Baznas berkisar Rp 5 miliar yang ditempatkan di tiga Bank, yakni Bank Syariah Mandiri, Bank Nagari Syariah dan Bank Nagari Konfensional. Saldo zakat yang ada itu berasal dari ASN Rp 3 miliar setiap tahunnya dan Rp 2 miliar merupakan sisa kas tahun kemarin,” tutupnya.

Jamohor: Belum Ada Anggota DPRD yang Salurkan Zakatnya ke Baznas

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Pariaman Jamohor membantah kabar yang menyebutkan rekening Baznas diblokir oleh Pemko Pariaman. “Hanya saja kita sempat putus komunikasi antara pengurus Baznas yang lama dengan pemerintah daerah. Sebab, kalau tidak ada SK dari Walikota, tentu kita tidak bisa kerja,” ujar Jamohor usai pelantikan PAW (Pergantian Antar Waktu) empat orang pimpinan Baznas oleh Plt. Walikota Pariaman Mardison Mahyudin, di Aula Balaikota pada Rabu pagi (20/10).

Ia menduga komunikasi pengurus sebelumnya kurang efektif dan sekarang rekening Baznas sudah aktif dan bisa dibuka kembali. Ia juga menambahkan Baznas nantinya juga akan membentuk UPZ (Unit Pengelola Zakat) sampai ke tingkat desa.

“Orang Pariaman pada umumnya suka berzakat baik melalui masjid atau menyerahkannya secara pribadi. Namun sekarang lembaga yang bukan zakat tidak bisa lagi memungut zakat seenaknya karena bisa dipidana,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, melalui pemko Baznas akan bentuk UPZ. Tidak hanya di setiap desa saja, namun juga di lembaga pemerintahan non struktural, seperti di kantor kejaksaan maupun pengadilan. “Sedangkan untuk zakat dari anggota dewan, kita sudah punya peraturan daerah. Jadi kita harap seluruh anggota dewan agar menyalurkan zakatnya ke Baznas,” tuturnya.

Ia menyebut perda itu dibuat oleh dewan. “Jadi yang membuat perda tentunya harus bertanggung jawab, kan begitu,” terangnya.

Namun kenyataannya, kata dia, sejak Perda dikeluarkan belum ada anggota dewan yang menyalurkan zakatnya melalui Baznas. “Padahal sudah berkali-kali kita melakukan komunikasi dan audiensi dan sampai saat ini, kita masih mengharapkan wakil rakyat Kota Pariaman menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” tutupnya. (war)